Saham Merdeka Battery Materials Menguat Usai Umumkan Buyback Rp1,46 Triliun
Harga saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menguat pada perdagangan Rabu (17/6/2026) setelah manajemen mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback.
Berdasarkan data penutupan, saham MBMA naik 0,98 persen menjadi Rp 515 per saham. Dalam lima hari terakhir, saham emiten tambang nikel ini telah melonjak 14,44 persen.
>>> Bocoran Galaxy Z Fold 8: Harga Lebih Mahal dari Z Fold 7
Perusahaan menyampaikan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (16/6/2026). Manajemen berencana membeli kembali sebanyak-banyaknya 1,548 miliar lembar saham.
Untuk melancarkan aksi korporasi ini, perseroan menyiapkan dana segar maksimal Rp 1,462 triliun. Jumlah itu termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya.
Presiden Direktur Merdeka Battery Materials, Teddy Nuryanto Oetomo, mengatakan buyback akan dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar oleh perusahaan.
Pelaksanaannya berlangsung paling lama tiga bulan, terhitung sejak 17 Juni hingga 16 September 2026.
Manajemen akan menunjuk satu perusahaan efek untuk memfasilitasi proses pembelian kembali saham.
>>> Modifikasi Genetik Muncul Tanpa Jejak Orang Tua, Ilmuwan Bingung
Komisaris, direktur, pegawai, pemegang saham utama, atau pihak yang berhubungan dengan perusahaan dilarang bertransaksi pada hari yang sama dengan penjualan saham hasil buyback.
Sumber pendanaan untuk buyback dipastikan tidak mengganggu pendapatan perseroan maupun membebani biaya pembiayaan.
Hingga 31 Desember 2025, MBMA membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 29,56 juta, dengan laba per saham dasar US$ 0,00027.
Teddy menegaskan buyback tidak akan mempengaruhi kegiatan usaha dan operasi perusahaan. Aksi ini bertujuan menjaga stabilitas harga saham di pasar serta mendongkrak kepercayaan investor.
Konsensus analis Bloomberg menetapkan target harga wajar saham MBMA di level Rp 803 per saham, mencerminkan potensi return 56,1 persen dari harga saat ini.
>>> Kementerian ESDM Terapkan Biodiesel B50 Mulai 1 Juli 2026
Analis OCBC Sekuritas, Devi Harjoto, memberikan rekomendasi beli dengan target harga Rp 700 per saham.
Update Terbaru
SJK Jamu VPS dalam Derbi Pohjanmaa di OmaSp Stadion
Rabu / 17-06-2026, 22:05 WIB
Manchester United Patok Harga Marcus Rashford 40 Juta Paun
Rabu / 17-06-2026, 22:05 WIB
OJK Catat Penurunan Porsi Pembiayaan Sektor Produktif Fintech Lending
Rabu / 17-06-2026, 22:05 WIB
Prodia Digital Indonesia Luncurkan Fitur Pembayaran U-aang Powered by blu
Rabu / 17-06-2026, 22:04 WIB
OJK: Porsi Pembiayaan Fintech Produktif Turun Jadi Rp34,80 Triliun per April 2026
Rabu / 17-06-2026, 22:04 WIB
Medan Magnet Purba Ungkap Alasan Jupiter Miliki Empat Bulan Raksasa
Rabu / 17-06-2026, 22:00 WIB
Cara Terbaru Cek Bansos PKH 2026 dengan NIK KTP
Rabu / 17-06-2026, 22:00 WIB
Spanyol Gagal Taklukkan Cape Verde di Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 21:52 WIB
Mugendai MewType Rilis Video Musik "Journey to Exoplanet X"
Rabu / 17-06-2026, 21:49 WIB
SJK Jamu VPS Vaasa di Derbi Pohjanmaa Pekan Kesebelas Veikkausliiga
Rabu / 17-06-2026, 21:48 WIB
Alliance Laundry Systems Resmikan Pabrik dan Pusat Inovasi di Thailand
Rabu / 17-06-2026, 21:44 WIB
Bansos BPNT Tahap Dua Cair Rp600 Ribu di Berbagai Daerah
Rabu / 17-06-2026, 21:44 WIB
Kroasia Siap Agresif Hadapi Inggris di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 21:40 WIB
Kemensos Salurkan BPNT Juni 2026 Rp600 Ribu via Bank Himbara dan Kantor Pos
Rabu / 17-06-2026, 21:40 WIB






