OJK Targetkan Porsi Pembiayaan Produktif Fintech Lending Capai 50 Persen
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan target porsi pembiayaan produktif untuk industri fintech peer to peer (P2P) lending sebesar 40% hingga 50% pada periode 2025 hingga 2026.
Target ini ditetapkan di tengah penurunan realisasi penyaluran ke sektor produktif.
>>> IHSG Berpotensi Menguat Terbatas Jelang Evaluasi MSCI Juni 2026
Per April 2026, porsinya tercatat Rp 34,80 triliun, sementara pada Maret 2026 sebesar 34,31% dengan nilai Rp 34,66 triliun.
Total akumulasi penyaluran pembiayaan fintech lending secara keseluruhan per April 2026 mencapai Rp 102,07 triliun, tumbuh 26,11% secara tahunan.
Optimisme AFPI dan Strategi Pencapaian
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyatakan optimistis target tersebut dapat terpenuhi. Strategi yang dilakukan meliputi penguatan kolaborasi ekosistem bersama pemerintah dan pelaku usaha untuk menjangkau sektor UMKM.
Ketua Umum AFPI, Entjik Djafar, mengatakan industri terus meningkatkan teknologi mitigasi risiko dan credit scoring agar penyaluran dana ke sektor produktif berkualitas dan rasio kredit sehat tetap terjaga.
>>> IHSG Berpotensi Menguat ke Level 7.200 pada Akhir 2026
AFPI juga berkomitmen memperluas edukasi serta literasi keuangan bagi pelaku usaha mikro demi keberlanjutan industri.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menambahkan optimalisasi pemanfaatan data seperti Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK untuk meningkatkan kualitas penilaian pembiayaan produktif, khususnya UMKM.
Meskipun ada tantangan dinamika ekonomi, OJK memproyeksikan kebutuhan pendanaan bagi UMKM masih sangat besar. Segmen produktif dinilai tetap memiliki potensi ekspansi tinggi.
>>> AAUI Buka Peluang Revisi Target Pertumbuhan Premi Asuransi Umum
Agusman menegaskan bahwa masing-masing segmen memiliki karakteristik pembiayaan berbeda sehingga dapat saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan pendanaan UMKM yang beragam.
Update Terbaru
SJK Jamu VPS dalam Derbi Pohjanmaa di OmaSp Stadion
Rabu / 17-06-2026, 22:05 WIB
Manchester United Patok Harga Marcus Rashford 40 Juta Paun
Rabu / 17-06-2026, 22:05 WIB
OJK Catat Penurunan Porsi Pembiayaan Sektor Produktif Fintech Lending
Rabu / 17-06-2026, 22:05 WIB
Prodia Digital Indonesia Luncurkan Fitur Pembayaran U-aang Powered by blu
Rabu / 17-06-2026, 22:04 WIB
OJK: Porsi Pembiayaan Fintech Produktif Turun Jadi Rp34,80 Triliun per April 2026
Rabu / 17-06-2026, 22:04 WIB
Medan Magnet Purba Ungkap Alasan Jupiter Miliki Empat Bulan Raksasa
Rabu / 17-06-2026, 22:00 WIB
Cara Terbaru Cek Bansos PKH 2026 dengan NIK KTP
Rabu / 17-06-2026, 22:00 WIB
Spanyol Gagal Taklukkan Cape Verde di Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 21:52 WIB
Mugendai MewType Rilis Video Musik "Journey to Exoplanet X"
Rabu / 17-06-2026, 21:49 WIB
SJK Jamu VPS Vaasa di Derbi Pohjanmaa Pekan Kesebelas Veikkausliiga
Rabu / 17-06-2026, 21:48 WIB
Alliance Laundry Systems Resmikan Pabrik dan Pusat Inovasi di Thailand
Rabu / 17-06-2026, 21:44 WIB
Bansos BPNT Tahap Dua Cair Rp600 Ribu di Berbagai Daerah
Rabu / 17-06-2026, 21:44 WIB
Kroasia Siap Agresif Hadapi Inggris di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 21:40 WIB
Kemensos Salurkan BPNT Juni 2026 Rp600 Ribu via Bank Himbara dan Kantor Pos
Rabu / 17-06-2026, 21:40 WIB






