Artotel Group berkolaborasi dengan PT Perisai Psikologi Indonesia meluncurkan program wisata baru bernama Mindhavana. Program ini mengusung konsep psychological tourism atau wisata psikologi.

Peluncuran dilakukan dalam konferensi pers di Artotel Casa Hang Tuah pada Rabu (17/6/2026). Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman berwisata yang lebih bermakna melalui pemulihan emosional.

>>> Laba Bersih Antam Melonjak 61,9% Jadi Rp 3,4 Triliun di Kuartal I-2026

Berbeda dengan wellness tourism yang fokus pada aktivitas fisik seperti olahraga, yoga, atau spa, Mindhavana melibatkan pendampingan langsung oleh psikolog tersertifikasi.

Peserta dibantu melakukan refleksi diri dan menata kembali kehidupan secara profesional.

Target Pasar Usia 50 Tahun ke Atas

Director of Sales & Revenue Artotel Group, Nastalia Nursanti, menjelaskan bahwa program ini membantu individu yang ingin refleksi diri, membangun keseimbangan emosional, dan menemukan kembali tujuan hidup.

"Mindhavana menghadirkan dimensi baru yaitu pengalaman yang membantu seseorang berhenti sejenak, merefleksikan hidupnya, dan kembali terhubung dengan dirinya sendiri dengan bantuan psikolog," ujarnya.

COO PT Perisai Psikologi Indonesia, Catur Prasetyo, menyampaikan bahwa target pasar utama adalah masyarakat lanjut usia atau individu di atas 50 tahun.

>>> Enam Tunggal Indonesia Berlaga di Babak Pertama Macau Open 2026

"Psychological tourism adalah pendekatan baru berdasarkan ilmu psikologi dan pariwisata dengan dasar ilmiah. Fokusnya membantu seseorang bertemu kembali dengan dirinya," ungkap Catur.

Program Mindhavana tersedia di tiga destinasi jaringan Artotel, yaitu Artotel Casa Hang Tuah, Artotel Pelangi Park, dan The Green Peak, Artotel Curated.

Peserta dapat memilih paket dengan durasi 3 hari 2 malam, 5 hari 4 malam, atau 7 hari 6 malam.

Harga paket mulai dari Rp7.250.000 per orang. Inovasi ini diharapkan memberikan dampak personal bagi pelancong yang mencari ketenangan batin.

>>> Kemensos Salurkan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Juni 2026, Begini Cara Cek Penerima

"Karena sebuah perjalanan wisata tidak hanya membawa kita ke tempat baru, tetapi juga lebih dekat kepada diri sendiri," pungkas Lia.