PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat lonjakan laba bersih sebesar 61,9 persen secara tahunan menjadi Rp 3,4 triliun pada kuartal pertama tahun 2026.

Pendapatan emiten pertambangan BUMN ini dari kontrak dengan pelanggan naik 12,12 persen secara tahunan menjadi Rp 29,32 triliun.

>>> Enam Tunggal Indonesia Berlaga di Babak Pertama Macau Open 2026

Sektor emas menjadi penopang utama dengan menyumbang 81 persen dari total pendapatan perseroan, atau setara Rp 23,89 triliun melalui volume penjualan 8.464 kilogram.

Emas dan Nikel Jadi Motor Kinerja

Analis pasar modal Nafan menilai emas masih menjadi daya tarik utama bagi investor di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Emas masih menjadi motor utama ANTM dan tetap dipandang sebagai aset safe haven ketika terjadi ketidakpastian global. Penjualan emas secara grosir juga diperkirakan tetap kuat," ujar Nafan.

Selain emas, sektor nikel diproyeksikan memberikan kontribusi stabil seiring kepastian alokasi kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari pemerintah.

>>> Kemensos Salurkan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Juni 2026, Begini Cara Cek Penerima

"Adanya persetujuan kuota RKAB nikel yang stabil dapat memberikan dampak positif terhadap kepastian operasional dan menopang profitabilitas di kuartal ini," kata Nafan.

Meski demikian, kinerja keuangan perseroan pada kuartal III-2026 diperkirakan menghadapi tantangan berupa fluktuasi harga komoditas dunia dan melambatnya permintaan dari Tiongkok.

"Ketidakpastian regulasi domestik, termasuk terkait RKAB nikel, dapat membuat investor cenderung bersikap wait and see," ujar Nafan.

Sentimen makroekonomi global seperti arah kebijakan suku bunga acuan Bank Sentral AS juga diprediksi memengaruhi dinamika harga komoditas global.

>>> Shin Tae-yong Targetkan Persija Jakarta Raih Gelar Juara

Di sisi lain, potensi pertumbuhan permintaan nikel jangka menengah untuk industri kendaraan listrik domestik menjadi peluang positif bagi ANTM.