Pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk melakukan refleksi dan memperbaiki diri.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang mengajak masyarakat menjadikan tahun baru Hijriah sebagai sarana muhasabah agar menjadi pribadi yang lebih baik.

>>> Bangunan di Kebon Jeruk Terbakar saat Proses Pembangunan

Ajakan serupa juga disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menekankan bahwa makna hijrah tidak hanya berkaitan dengan perpindahan fisik, tetapi juga perubahan sosial dan peradaban.

Seskab Teddy Ajak Masyarakat Bermuhasabah

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengajak masyarakat memaknai pergantian Tahun Baru Islam sebagai waktu untuk melakukan introspeksi diri.

"Mari kita jadikan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum untuk bermuhasabah diri agar menjadi pribadi yang lebih baik," ujar Teddy sebagaimana dikutip dari akun Instagram Sekretariat Kabinet di Jakarta, Selasa.

Menurut Teddy, pergantian tahun dalam kalender Hijriah dapat menjadi kesempatan bagi setiap individu untuk mengevaluasi perjalanan hidup sekaligus memperbaiki berbagai kekurangan.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada umat Islam yang merayakan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

"Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dan kedamaian kepada kita semua," ucapnya.

Teddy berharap keberkahan dan kedamaian senantiasa menyertai seluruh masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan di tahun yang baru.

Menag: Hijrah Bukan Sekadar Perpindahan Fisik

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum transformasi diri dan sosial.

Menurut dia, hijrah yang dilakukan Rasulullah SAW tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan dari Makkah ke Madinah, tetapi juga perubahan besar dalam sistem kehidupan masyarakat.