Perusahaan konsultan bisnis dan audit BDO Indonesia mengumumkan bahwa target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) berbasis sains milik perusahaan telah mendapat persetujuan dari Science Based Targets initiative (SBTi).

Validasi tersebut mencakup sasaran jangka pendek maupun jangka panjang untuk menurunkan emisi menuju net-zero.

>>> DANA Hadirkan Posko Bantuan Keliling dan Live Streaming untuk Atasi Kendala Transaksi

BDO Indonesia berkomitmen memangkas emisi GRK cakupan 1 dan cakupan 2 hingga 42 persen pada 2030, dengan tahun dasar 2025.

Manajemen juga menegaskan akan mengukur dan mengurangi emisi cakupan 3 dalam operasional mereka.

Selain itu, perusahaan membidik pencapaian net-zero pada 2050 melalui penurunan emisi cakupan 1, 2, dan 3 sebesar 90 persen dibanding tahun dasar 2025.

Komitmen Berkelanjutan

CEO BDO Indonesia Thano Tanubrata menjelaskan bahwa persetujuan target iklim dari SBTi menjadi bagian dari komitmen penerapan praktik bisnis berkelanjutan.

"Persetujuan target iklim kami oleh SBTi merupakan bukti nyata dari komitmen BDO di Indonesia dalam memimpin transisi menuju praktik bisnis yang berkelanjutan," ujar Thano dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6/2026).

"Sebagai firma profesional, kami menyadari bahwa tanggung jawab kami tidak hanya memberikan layanan terbaik bagi klien, tetapi juga memastikan operasional kami selaras dengan upaya global dalam membatasi pemanasan bumi.

Ini adalah komitmen jangka panjang untuk masa depan kita bersama," lanjut dia.

ESG Partner BDO Indonesia Johan Sebastian menilai pencapaian tersebut menunjukkan tekad nyata institusinya untuk menerapkan prinsip keberlanjutan.

"Pencapaian validasi SBTi ini membuktikan tekad kami untuk memimpin melalui keteladanan (lead by example).

>>> Pelaku Pelecehan Anjing di Kafe Jakarta Utara Ditangkap, Polisi Sita Flash Disk Berisi Rekaman