PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) berhasil menghimpun dana segar sekitar Rp 2,3 triliun melalui penerbitan sejumlah obligasi sejak tahun 2025 hingga awal 2026.

Dana tersebut dialokasikan untuk pembiayaan kembali utang perusahaan atau refinancing.

>>> Dokter BTN Jakim 2026 Ungkap Lonjakan Panggilan Darurat Saat Agus Putranadi Meninggal

Langkah ini melengkapi opsi pendanaan korporasi yang selama ini mengandalkan pinjaman perbankan.

Direktur PALM, Ellen Kartika, menyatakan bahwa dana dari tiga obligasi yang telah terhimpun mayoritas digunakan untuk refinancing utang yang ada.

Manajemen menegaskan bahwa penerbitan surat utang secara berkala ini bukan untuk memperbesar liabilitas baru.

Perusahaan mengombinasikan instrumen ini dengan fasilitas kredit perbankan sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.

Ellen Kartika menjelaskan bahwa penerbitan obligasi merupakan salah satu strategi pendanaan yang digunakan sejalan dengan fasilitas bank yang dimiliki.

Penerbitan obligasi juga memanfaatkan momentum pasar yang kondusif.

Perusahaan secara berkala memantau pergerakan tingkat kupon di pasar agar biaya dana tetap efisien.

Menurut Ellen, jika pasar obligasi sedang bagus dan kupon kompetitif, perusahaan akan masuk dan menangkap kesempatan tersebut.

Fleksibilitas dalam pendanaan ini diharapkan memberikan manfaat terbaik bagi perusahaan.

Rincian Penerbitan Obligasi

Berdasarkan data perusahaan, PALM merilis Obligasi Berkelanjutan II Tahap V Tahun 2025 pada 26 Agustus 2025 senilai Rp 420 miliar.

Obligasi tersebut terbagi atas Seri A sebesar Rp 50 miliar dengan bunga 7,5 persen bertenor 367 hari dan Seri B senilai Rp 370 miliar berbunga 9 persen berjangka waktu tiga tahun.

>>> Bioskop Trans TV Tayangkan Zombieland: Double Tap Malam Ini

Selanjutnya, Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2025 diterbitkan pada 19 Desember 2025 dengan total Rp 490 miliar.