PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) memutuskan untuk tidak menetapkan target pendapatan tertentu sepanjang tahun 2026.

Keputusan ini diambil karena karakteristik kinerja perusahaan investasi berbeda dengan sektor manufaktur atau perdagangan.

>>> KKHI Makkah Fasilitasi Kepulangan Jemaah Haji Sakit Lewat Tanazul

Fluktuasi harga saham dari portofolio yang dimiliki menjadi faktor utama yang memengaruhi pendapatan perseroan.

Mengingat mayoritas pemasukan berasal dari investasi saham, manajemen PALM mengalami kesulitan untuk mematok angka pendapatan secara pasti.

"Jadi kita tidak ada target pendapatan karena pendapatan kita itu sebagian besar dipengaruhi oleh pergerakan saham," ujar Ellen Kartika, Direktur PALM.

Kendati tidak memasang target pendapatan, manajemen PALM tetap menerapkan proses due diligence serta kajian investasi yang ketat.

Perseroan juga aktif memantau peluang melakukan divestasi aset demi memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

"Dan juga kalau misalnya ada kesempatan divestasi, kita juga senantiasa mengidentifikasi hal tersebut," kata Ellen Kartika.

Kebijakan dividen untuk tahun depan pun belum dipatok secara spesifik oleh perseroan.

Ellen menjelaskan bahwa keputusan pembagian dividen nantinya akan disesuaikan dengan kondisi arus kas dan kebutuhan anggaran untuk investasi baru.

>>> PPATK Waspadai Lonjakan Judi Online Jelang Piala Dunia 2026

"Jadi nanti untuk dividennya di tahun depan juga kita tidak ada dividend policy tertentu, tidak ada target tertentu.

Semuanya nanti akan ditentukan berdasarkan cash flow yang tersedia dan budget kita untuk investasi," ujar Ellen Kartika.

Mekanisme pencatatan pendapatan perusahaan investasi yang tidak biasa ini turut dipertegas oleh jajaran direksi lain.

Manajemen menekankan bahwa nilai investasi selalu berpatokan pada harga pasar yang berlaku pada periode pelaporan keuangan.