Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memfasilitasi kepulangan lebih awal bagi jemaah haji yang sakit melalui program tanazul.

Pemulangan ini dilakukan melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah.

>>> PPATK Waspadai Lonjakan Judi Online Jelang Piala Dunia 2026

Program tanazul memungkinkan jemaah dengan indikasi medis tertentu untuk langsung diterbangkan ke Indonesia tanpa menunggu jadwal resmi kelompok terbang (kloter) asalnya.

Evaluasi Medis Ketat

Penanggung Jawab Evakuasi Tanazul KKHI Makkah, dr. Syougie SpKP, menjelaskan bahwa program ini dirancang bagi jemaah yang kondisinya dinyatakan layak terbang setelah evaluasi medis ketat.

"Jadi program tanazul ini merupakan program di mana jemaah haji atas indikasi medis itu dipulangkan lebih awal dari kloternya atau jika jemaah hajinya dirawat di rumah sakit dan kloternya telah pulang ke Indonesia itu kita pulangkan," kata dr. Syougie di Makkah pada Selasa (16/6/2026).

Proses evakuasi medis menerapkan standar ketat demi keselamatan penerbangan.

Setiap jemaah wajib melewati asesmen medis mendalam, termasuk bagi yang memiliki penyakit komorbid atau baru keluar dari perawatan rumah sakit.

Tim kesehatan mengevaluasi stabilitas kondisi fisik pasien dan melibatkan dokter penanggung jawab (DPJP) sesuai keluhan spesifik penyakit jemaah.

"Contoh misalnya dia ada masalah jantung kita konsulkan ke penyakit jantung, dia pasca-stroke kita konsulkan ke dokter saraf.

Setelah itu baru nanti hasilnya kita nilai apakah layak untuk terbang atau tidak, baru nanti kita programkan untuk mutasi kloternya ke Yanpul," kata dr. Syougie.

>>> Kementan Usul Alih Fungsi Kebun Teh Bandung Jadi Lahan Bawang Putih

KKHI mencatat atensi tinggi terhadap fasilitas tanazul ini.

Hingga Minggu malam, tercatat 142 permohonan yang sudah ditindaklanjuti dari total 334 permohonan yang masuk, belum termasuk 33 permohonan pada hari berikutnya.