Banyak permohonan tidak tereksekusi karena kondisi kesehatan jemaah membaik sehingga mereka bisa pulang bersama rombongan kloter aslinya.

"Ada hampir 400 permohonan yang masuk tetapi itu baru permohonan saja karena kadang mereka telah memohonkan tetapi jemaahnya telah pulang, itu bisa kembali dengan kloternya.

Jadi permohonannya bukan ditolak tetapi dia tidak jadi kita tanazulkan," kata dr. Syougie.

Pengawasan medis tetap berjalan optimal hingga detik-detik menjelang keberangkatan. Petugas kesehatan mendampingi jemaah yang ditanazulkan mulai dari ruang tunggu bandara hingga masuk kabin pesawat.

"Kalau dia memang sudah ada jadwalnya itu tidak terlalu lama dari jadwal penerbangan karena yang amannya itu enam jam sebelum penerbangan jemaah sudah ada di bandara.

>>> Eshan Agro Sentosa Perkuat Budaya Kerja RESPECT untuk Staf Operasional

Tapi untuk jemaah sakit kita akan nilai ulang sebelum penerbangan," kata dr. Syougie.