Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah telah memulangkan lebih dari 140 jemaah haji yang mengalami kondisi medis tertentu lebih awal ke Tanah Air.

Pemulangan dilakukan melalui program tanazul hingga Senin (15/6/2026).

>>> Google Hapus Telegram dari Play Store India Cegah Kebocoran Soal NEET

Para jemaah dievakuasi menggunakan ambulans menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAIA) Jeddah. Mereka baru diterbangkan setelah dinyatakan layak terbang oleh tim medis.

Beberapa jemaah yang dipulangkan pada Senin pagi antara lain Marwati Maja asal Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

Juga pasangan suami istri Munarto dan Saminah asal Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Program Tanazul untuk Jemaah dengan Indikasi Medis

Pemulangan khusus ini diperuntukkan bagi jemaah haji yang tidak memungkinkan menunggu jadwal kepulangan bersama kloter asal. Mekanisme mutasi kloter diberlakukan setelah jemaah lolos pemeriksaan kesehatan ketat.

Hingga pertengahan Juni, KKHI mencatat telah menerima ratusan permohonan tanazul dari berbagai kloter.

Penanggung Jawab Evakuasi Tanazul KKHI Makkah, dr Syougie SpKP, menjelaskan bahwa program ini menjadi solusi bagi jemaah yang membutuhkan perawatan lanjutan di Indonesia atau yang kloternya sudah kembali.

>>> Chandra Asri Pacific Naikkan Free Float Saham Jadi 25,7 Persen

"Program tanazul merupakan program di mana jemaah haji atas indikasi medis itu dipulangkan lebih awal dari kloternya atau jika jemaah hajinya dirawat di rumah sakit dan kloternya telah pulang ke Indonesia itu kita pulangkan.

Tapi sebelumnya kita nilai dulu apakah aman untuk penerbangan atau tidak," kata dr Syougie.

Prosedur pengajuan program ini melibatkan serangkaian tahapan pemeriksaan fisik menyeluruh. Tim medis mengevaluasi stabilitas kondisi pasien sebelum melibatkan dokter spesialis yang relevan dengan penyakit jemaah.

"Setelah pulang dari rumah sakit atau yang datang ke kita, itu akan kita nilai dulu stabilitasnya lalu akan kita konsulkan ke DPJP yang terkait.

Contoh misalnya dia ada masalah jantung kita konsulkan ke penyakit jantung, dia paska stroke kita konsulkan ke dokter syaraf," ujar dr Syougie.

Marwati yang semula tergabung dalam Kloter UPG 40 dialihkan ke Kloter UPG 21 untuk terbang pada Senin sore pukul 15.00 WAS.

>>> Tata Rak Buku Sesuai Feng Shui untuk Alirkan Energi Positif

Sementara itu, Munarto dan Saminah dipulangkan melalui Kloter SOC 41 pada hari yang sama pukul 14.00 WAS.