Google telah menghapus aplikasi Telegram dari Play Store di India pada Selasa (16/6) sebagai langkah pencegahan kebocoran dokumen soal menjelang ujian ulang medis nasional (NEET).

Penghapusan sementara ini dilakukan berdasarkan perintah resmi dari pemerintah India. Apple diperkirakan akan segera mengambil tindakan serupa di App Store.

>>> Chandra Asri Pacific Naikkan Free Float Saham Jadi 25,7 Persen

Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India (MeitY) mengeluarkan perintah tersebut atas rekomendasi Badan Pengujian Nasional (NTA). Dasar hukumnya adalah Bagian 69A Undang-Undang Teknologi Informasi tahun 2000.

Akses ke Telegram di India dibatasi untuk periode tertentu hingga 22 Juni 2026. Periode ini mencakup hari pelaksanaan re-edukasi NEET (UG) 2026 dan masa setelahnya.

Seorang sumber anonim yang mengetahui perkembangan ini mengatakan, "Pemerintah telah meminta Google dan Apple untuk menghapus sementara aplikasi tersebut.

>>> Tata Rak Buku Sesuai Feng Shui untuk Alirkan Energi Positif

Google sudah melakukannya. Apple akan menyusul."

Saat diperiksa, Google Play Store menampilkan pesan bahwa Telegram sudah tidak tersedia untuk diunduh.

Selain penghapusan, pemerintah juga mewajibkan Telegram menonaktifkan fitur pengeditan pesan di India hingga 30 Juni 2026.

>>> Luca Zidane Debut Piala Dunia 2026, Aljazair Kalah 0-1 dari Argentina

Kebijakan ini menyasar fungsi pengeditan yang kerap disalahgunakan untuk memalsukan bukti kebocoran soal setelah ujian nasional. Hingga kini, Google, Apple, dan MeitY belum memberikan respons resmi.