Ratusan mahasiswa Stanford University melakukan aksi protes saat CEO Google dan Alphabet, Sundar Pichai, menyampaikan pidato wisuda.

Sekitar 200 mahasiswa memilih walk out tepat ketika Pichai naik ke panggung.

>>> Panasonic Luncurkan Dua Kulkas Premium di PRJ 2026

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan para wisudawan secara serentak meninggalkan area acara. Mereka mengekspresikan ketidakpuasan terhadap keterkaitan Google dengan pemerintah Israel melalui program Project Nimbus.

Selain walk out, beberapa mahasiswa mengibarkan bendera Palestina, meniup peluit, dan membentangkan spanduk. Spanduk bertuliskan 'ICE SPIES WITH GOOGLE AI' dan 'GENOCIDE RUNS ON GOOGLE' juga terlihat.

Penyebab Protes: Project Nimbus dan Kerja Sama dengan ICE

Protes dipicu oleh keterlibatan Google dalam kontrak komputasi awan yang dianggap kontroversial. Project Nimbus merupakan proyek kerja sama dengan Amazon senilai USD1,2 miliar yang dimulai pada 2021.

Kontrak ini mencakup penyediaan layanan komputasi awan dan kecerdasan buatan untuk mendukung kebutuhan militer Israel. Mahasiswa juga mengkritik kemitraan Google dengan Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE).

>>> Google Siapkan Android 17 dengan Integrasi Gemini Intelligence

Teriakan 'free Palestine' menggema dari kerumunan wisudawan. Aksi ini menunjukkan penolakan terhadap kebijakan Google yang dinilai mendukung militer Israel.

Pidato Pichai: Kisah Pribadi Tanpa Menyinggung AI

Sundar Pichai, alumni Pascasarjana Stanford di bidang Ilmu dan Teknik Material, tidak menyinggung isu AI dalam pidatonya. Ia justru bercerita tentang kegagalan dan keberhasilan di masa awal kehidupannya.

Pichai mengenang pengalaman berimigrasi ke California, keputusannya menghentikan program doktoral untuk beralih ke magister, serta perjuangannya saat bergabung dengan Google.

Ia menekankan pentingnya terus maju di tengah ketidakpastian.

>>> Tunisia Tunjuk Herve Renard sebagai Pelatih Baru untuk Piala Dunia 2026

'Kamu masih punya ribuan momen yang menanti di depan. Yang terpenting bukanlah menjalani semuanya dengan sempurna, melainkan menemukan cara untuk terus melangkah maju,' ujar Pichai.