Diskusi publik yang menghadirkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid di Universitas Gadjah Mada (UGM) berlangsung ricuh pada Senin malam, 15 Juni 2026.

Acara bertajuk "Kopdar Bareng Mas Dar" di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM itu mendadak tegang saat sejumlah mahasiswa datang membentangkan spanduk berisi kritik terhadap pemerintah.

>>> Momen Haru: Scaloni Bertemu Palermo di Konferensi Pers Piala Dunia 2026

Aksi protes tersebut mengganggu jalannya diskusi dan memaksa acara dihentikan lebih awal dari jadwal.

Nusron Wahid saat itu didampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko.

Profil Nusron Wahid

Nusron Wahid lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 12 Oktober 1973. Ia menjabat sebagai Menteri ATR/BPN dalam Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto.

Pendidikan dasarnya ditempuh di MI Miftahut Tholibin, MTs Qudsiyyah, dan SMA NU Al-Ma'ruf.

Ia meraih gelar sarjana Ilmu Sejarah dari Universitas Indonesia dan magister Ilmu Ekonomi dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

>>> Pemerintah Tetapkan Hari Buruh 2026 Jadi Hari Libur Nasional

Sebelum menjadi menteri, Nusron pernah bekerja sebagai wartawan Harian Bisnis Indonesia, dosen, dan peneliti. Ia juga pernah menjabat Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor periode 2011–2015.

Karier politiknya dimulai dari Partai Golkar saat terpilih menjadi anggota DPR RI pada Pemilu 2004 dari daerah pemilihan Jawa Tengah II.

Ia kemudian menjadi Kepala BNP2TKI periode 2014–2019.

Sebagai Menteri ATR/BPN, Nusron mengemban agenda strategis seperti akselerasi penyelesaian sengketa pertanahan, reformasi agraria, percepatan sertifikasi tanah, digitalisasi pelayanan pertanahan, dan pemberantasan mafia tanah.

>>> Bingung Pilih OPPO A6t atau A6x? Simak Perbandingan Spesifikasinya

Menurutnya, kepastian hukum atas kepemilikan tanah penting untuk kesejahteraan masyarakat dan iklim investasi yang sehat.