Sejumlah mahasiswa menggeruduk acara diskusi di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dihadiri Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko.

Aksi protes tersebut terekam dalam video yang beredar.

>>> Trionda, Bola Resmi Piala Dunia 2026 yang Wajib Dicas Sebelum Laga

Mahasiswa meneriaki kata revolusi, membentangkan spanduk penolakan, melempar gelas air mineral, hingga mengadang dan menggebrak mobil para pejabat saat proses evakuasi.

Kericuhan bermula saat diskusi memasuki pembahasan tentang eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto oleh Budiman Sudjatmiko. Hal itu memicu mahasiswa naik ke atas panggung.

Kritik Mahasiswa terhadap Pejabat

Ketua Serikat Mahasiswa UGM Mesa menyatakan bahwa para narasumber tidak layak berbicara mengenai Pancasila di tengah situasi pembungkaman suara rakyat dan anggapan kritik sebagai gangguan.

"Selagi Indonesia masih membungkam suara rakyat, selama mereka menganggap kritik sebagai gangguan, selama mereka masih membuang-buang uang rakyat dengan program nirmanfaat," kata Mesa.

Mesa juga menyoroti sosok Budiman Sudjatmiko yang dinilai telah mengkhianati cita-cita perjuangan masa lalunya. Ia mengkritik kebijakan pengentasan kemiskinan struktur pemerintahan saat ini.

"Persetan bicara bahwa pengentasan kemiskinan itu baik ketika orang-orang miskin justru dibunuh secara struktur, orang-orang miskin dibunuh secara ekonomi, dan orang-orang miskin justru dianggap dan diakui ketika per harinya hanya memiliki Rp 20 ribu.

Di atas dari itu, mereka tidak diakui sebagai orang miskin," ucap Mesa.

Terkait ketegangan di lokasi, Mesa menyebut hal itu terjadi karena para pejabat dinilai banyak berbohong, termasuk saat menanggapi pertanyaan mahasiswa mengenai alih fungsi lahan di Papua.