Kericuhan mewarnai forum diskusi publik bertajuk Kopdar Bareng Mas Dar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Senin malam, 15 Juni 2026.

Ratusan mahasiswa merangsek naik ke atas panggung untuk menyampaikan protes kepada tiga pejabat negara yang hadir, yaitu Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko.

>>> Sinetron Terikat Janji Episode 73: Konflik Perebutan Harta Keluarga Kusuma Makin Panas

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang dijadwalkan hadir batal datang.

Aksi Protes Mahasiswa

Ketegangan mulai terasa sekitar pukul 20.30 WIB ketika puluhan mahasiswa membentangkan spanduk penolakan terhadap para pejabat.

Aksi dilanjutkan dengan pelemparan gelas air mineral ke arah panggung, sehingga panitia dan petugas keamanan segera mengevakuasi para narasumber keluar gedung.

Sebelum situasi memanas, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sempat memaparkan kebijakan terkait kebocoran laporan ekspor komoditas yang mendasari rencana penerapan sistem satu pintu oleh pemerintah.

"Kalau kita jual nikel atau sawit ke luar negeri, banyak kasus yang laporannya di dalam negeri dan laporannya di luar negeri berbeda.

Jadi, di Indonesia mereka bisa berbohong, di luar negeri mereka tidak. Itulah alasan Pak Prabowo ingin semuanya menjadi satu pintu.

Rp15 ribu triliun lebih selisih laporan impor yang menjadi kehilangan bangsa ini," jelas Sudaryono.

Budiman Sudjatmiko, mantan aktivis yang kini menjabat Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, mengajak peserta memanfaatkan forum ilmiah untuk menyampaikan kritik secara langsung.

"Silakan kritik kami di sini, jangan di media sosial," ujar Budiman.

Penghadangan dan Tuntutan Dialog

Setelah evakuasi, massa menghadang mobil pejabat di luar gedung dan menuntut kelanjutan dialog.