Ratusan warga keturunan Iran menggelar aksi protes terhadap pemerintah Teheran di luar stadion Los Angeles, Amerika Serikat, pada Selasa pagi WIB.

Aksi itu terjadi menjelang pertandingan pembuka Grup G Piala Dunia 2026 antara Iran melawan Selandia Baru.

>>> DPR Dorong Ditjen Pajak Perkuat Aturan Pemajakan Perusahaan Digital

Demonstrasi diwarnai bentangan spanduk dan pengibaran bendera pra-Revolusi Islam 1979 oleh sekitar 300 hingga 500 orang.

Kehadiran tim nasional Iran di AS memicu sentimen emosional di kalangan diaspora Iran, yang merupakan komunitas terbesar di luar negeri.

Momen ini juga bertepatan dengan pengumuman kesepakatan damai antara AS dan Iran.

Perpecahan Sikap Suporter

Situasi politik memicu perpecahan sikap di kalangan suporter.

Sebagian penonton tetap membawa simbol protes ke dalam tribun meskipun FIFA melarang atribut politik.

Di sisi lain, pendukung lain fokus memberikan dukungan penuh kepada skuad Team Melli dengan atribut resmi.

Farhad Jafargad, seorang suporter Iran, mengenakan kaus bersimbol singa dan matahari era pra-revolusi sebagai bentuk perlawanan.

"Tim ini bukan tim rakyat Iran," ujarnya, dan ia berencana mendukung Selandia Baru.

>>> Uruguay Imbangi Arab Saudi 1-1 di Laga Perdana Grup H Piala Dunia 2026

Sebaliknya, Mehdi Jafari, suporter berusia 57 tahun, merasa terganggu dengan aksi demonstrasi.

"Saya di sini untuk mendukung Iran. Kami akan memenangkan pertandingan ini," katanya.

Ia menilai semua elemen pendukung harus melupakan ketegangan politik demi semangat pemain.

"Kami bangga terhadap negara kami. Kami datang untuk mendukung Iran.

Saya pikir kita semua harus melepaskan urusan politik dan fokus mendukung Team Melli," lanjut Mehdi.

Kendala Operasional Iran

Laga ini berlangsung di tengah berbagai kendala operasional yang dihadapi Federasi Sepak Bola Iran.

Akibat konflik bersenjata sejak Februari lalu, lokasi latihan tim dipindahkan ke Tijuana, Meksiko.

>>> Bursa Saham Asia Menguat Tipis Setelah Kesepakatan AS dan Iran

Federasi juga mengeluhkan hambatan visa untuk staf serta pencabutan sebagian alokasi tiket pendukung menjelang turnamen.