Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah menilai penataan kawasan kumuh mampu mengubah masa depan desa pesisir.

Hal ini disampaikannya saat meresmikan hasil pembangunan Dana Alokasi Khusus Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (DAK PPKT) di Dompu, Nusa Tenggara Barat.

>>> KJRI Jeddah Fasilitasi Ekspor Produk Herbal Rp2,5 Miliar ke Arab Saudi

Fahri menegaskan bahwa penataan kawasan kumuh tidak hanya memperbaiki kondisi fisik lingkungan. Program ini juga menjadi instrumen penting untuk mendorong perubahan sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

"Ini adalah tanda bahwa kawasan pesisir kita mulai bangkit dan siap menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045," ujar Fahri dalam pernyataannya di Dompu, Selasa.

Pada 15 Juni 2026, Fahri meresmikan hasil DAK PPKT Kawasan Dorokarama II Segmen I Tahun 2025 di Desa Soro, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu.

Kawasan tersebut berhasil ditata berkat dukungan kebijakan dan program pembangunan yang tepat.

"Banyak talenta di pelosok desa yang memiliki kemampuan mendesain dan mentransformasi kawasan kumuh menjadi lebih baik. Mereka adalah arsitek-arsitek bertalenta yang dimiliki daerah," ucap Fahri.

Pembangunan Fisik dan Manusia Beriringan

Selain infrastruktur permukiman, Fahri menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemenuhan gizi, kesehatan, dan pendidikan menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

>>> Tecno Spark 50 Pro Resmi Meluncur dengan Chip Helio G100 Ultimate

Menurut dia, pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan pembangunan manusia. Hal ini agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Bupati Dompu Bambang Firdaus mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam program pengentasan permukiman kumuh terpadu di Desa Soro.

Ia menilai program tersebut menghadirkan perubahan nyata melalui lingkungan hunian yang lebih sehat, aman, dan layak huni.

Kawasan Dorokarama II memiliki luas sekitar 8,7 hektare.

Dari luasan tersebut, penanganan melalui DAK PPKT baru mencakup 2,28 hektare, sehingga masih ada kawasan yang memerlukan intervensi lanjutan.

>>> LYNE Startup 87: Power Bank 10.000mAh dengan Pengisian Nirkabel 15W

Pemerintah Kabupaten Dompu berharap dukungan pemerintah pusat terus berlanjut. Hal ini guna menyelesaikan penanganan kawasan kumuh yang tersisa secara bertahap dan berkelanjutan.