Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa pecahnya rekor nasional U-20 lempar lembing putri oleh atlet Papua Athletics Center (PAC) Kresensia Mobok Ndiken menjadi bukti nyata bahwa bakat atletik Papua dapat berkembang jika dibina secara terstruktur.

"Ini membuktikan bakat alam Papua mampu melompat jauh jika dibina secara terstruktur," ujar Luhut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

>>> Dinkes Bantul Targetkan 460 Ribu Warga Ikut Cek Kesehatan Gratis Tahun Ini

Kresensia mencatat lemparan sejauh 44,72 meter pada The ICTSI Philippine Athletics Championship 2026 di New Clark City Athletic Stadium, Filipina, pada 10–14 Juni.

Catatan tersebut melampaui rekor nasional 43,20 meter milik Ayu Ariandani yang bertahan sejak 2009.

Luhut menambahkan bahwa prestasi ini menunjukkan program desentralisasi pembinaan atletik melalui PAC mulai memberikan dampak positif terhadap prestasi atlet daerah.

PAC berhasil membawa pulang empat medali dari ajang tersebut, terdiri dari dua emas, satu perak, dan satu perunggu.

Dua medali emas diraih Elizabeth Martha Putri Baminggen dari tolak peluru senior putri dengan tolakan 13,24 meter dan Kristostomus Kaize dari lempar lembing putra U-18 dengan 65,72 meter.

>>> LG Kembangkan Konsep Zero Labor Home dengan Robot CLOiD dan Physical AI

Medali perunggu disumbangkan Silfanus Ndiken pada nomor lempar lembing senior putra dengan lemparan 67,81 meter.

Kresensia menunjukkan peningkatan performa sejak bergabung dengan PAC.

Sebelumnya, ia mencatat lemparan 41,15 meter saat meraih perunggu Singapore Open 2026 dan 40,44 meter ketika merebut emas Jatim Open 2026.

Prestasi Kresensia juga meneruskan jejak keluarganya di cabang atletik.

>>> Kemitraan Indonesia-Jerman Meluas ke Berbagai Sektor Strategis

Ia merupakan putri dari Timotius Sokai Ndiken, mantan atlet dasa lomba Indonesia asal Merauke yang pernah enam kali tampil di SEA Games dan meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor dasa lomba pada SEA Games 1993 di Singapura.