Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan sebanyak 460.000 warga mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada tahun 2026.

Kepala Dinkes Bantul Agus Tri Widiyantara mengatakan capaian sementara program tersebut baru sekitar 10 persen dari target.

>>> LG Kembangkan Konsep Zero Labor Home dengan Robot CLOiD dan Physical AI

"Kalau sampai akhir bulan (Mei) kemarin sekitar seratusan ribu, tapi ini terus bertambah dan akan kami rekap lagi di akhir bulan (Juni)," kata Agus di Yogyakarta, Selasa.

Pemerintah Kabupaten Bantul berupaya memaksimalkan jangkauan CKG dengan berbagai akselerasi.

"Akselerasi kami maksimalkan dengan melakukan CKG pada acara-acara yang ada di tengah masyarakat," ucap Agus.

Selain itu, program ini juga akan dilaksanakan di setiap instansi pemerintah lintas sektor, seperti Kantor Bawaslu.

>>> Kemitraan Indonesia-Jerman Meluas ke Berbagai Sektor Strategis

Agus optimistis target tahun ini bisa tercapai, mengingat capaian tahun sebelumnya berhasil melampaui target.

"Tahun 2025 dari target 360.000 jiwa tercapai 370.000 jiwa," kata Agus.

Ia memastikan seluruh puskesmas di Kabupaten Bantul dapat melayani CKG. Total ada 27 titik puskesmas yang tersebar di wilayah tersebut.

Agus mengakui ada kendala dalam implementasi CKG, terutama masyarakat yang kurang proaktif mendaftar ke puskesmas.

>>> Koster minta tambah jadwal kapal barang Nusa Penida untuk tekan harga

"Ini yang kami siasati dengan sistem jemput bola, dengan terjun ke komunitas," kata Kepala Dinkes Bantul Agus Tri Widiyantara.