Kolesterol tinggi sering dianggap hanya menyerang orang tua, padahal kelompok usia muda juga berisiko.

Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Mitra Keluarga Kemayoran, Nancy Virginia, mengungkapkan bahwa pedoman kesehatan internasional kini merekomendasikan pemeriksaan kolesterol sejak usia 20 tahun.

>>> Timnas Indonesia U-19 Imbang Tanpa Gol Lawan Kamboja di Babak Pertama

Pemeriksaan kolesterol pada kelompok muda meliputi kolesterol total, LDL (kolesterol jahat), HDL (kolesterol baik), dan trigliserida. Frekuensi pengecekan lanjutan disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan faktor risiko individu.

"Guratan lemak atau fatty streak pada pembuluh darah dapat mulai terbentuk sejak usia 15 hingga 20 tahun," kata Nancy dalam diskusi bertajuk Love the Beat: Kolesterol Tinggi adalah Bom Waktu, Hentikan Sebelum Terlambat, Sabtu (13/6/2026).

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar LDL tinggi, tim medis dapat segera melakukan penanganan. Tindakan ini krusial untuk mencegah penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah menjadi plak berbahaya.

Penanganan kolesterol disesuaikan dengan tingkat keparahan dan kondisi pasien.

Pada tingkat ringan, dokter menyarankan perubahan gaya hidup seperti perbaikan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, dan pengelolaan berat badan.

Namun, jika kadar kolesterol sangat tinggi atau risiko kardiovaskular besar, terapi obat seperti statin dan non-statin diperlukan untuk mencapai target LDL dan mencegah komplikasi.

>>> Elon Musk Sah Jadi Triliuner Pertama di Dunia, SpaceX Jadi Penopang Utama Kekayaannya

Nancy mengingatkan agar masyarakat tidak meremehkan kolesterol tinggi. Meskipun dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hormon dan membentuk sel, kadar berlebih justru memicu penyakit jantung dan stroke.

Proses pembentukan plak yang lambat membuat kondisi ini dianalogikan sebagai bom waktu. Pemeriksaan berkala dan gaya hidup sehat menjadi kunci mengendalikan risiko.