Bank Jatim Pastikan Tak Temukan Indikasi Kebocoran Data dari Sistem Internal
Bank Jatim Pastikan Tak Temukan Indikasi Kebocoran Data dari Sistem Internal
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menyatakan belum menemukan tanda-tanda kebocoran data maupun peretasan yang berasal dari sistem internal perusahaan. Pernyataan tersebut disampaikan setelah muncul informasi di media sosial mengenai dugaan publikasi data yang dikaitkan dengan bank daerah tersebut.
Corporate Secretary Bank Jatim Fenty Rischana K mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sampel data yang beredar di forum dark web untuk memastikan sumber dan karakteristik informasi yang dipublikasikan.
Hasil penelusuran sementara menunjukkan data yang beredar tidak memiliki keterkaitan dengan data transaksi nasabah maupun kredensial layanan perbankan yang dikelola Bank Jatim.
Menurut Fenty, perusahaan juga menjalankan langkah lanjutan guna menguji validitas informasi yang beredar sekaligus memperdalam proses investigasi yang masih berlangsung.
>>> Menag: Jadikan Tahun Baru Hijriah Momentum Transformasi Diri dan Sosial
“Sebagai bagian dari upaya penanganan yang komprehensif, kami telah berkoordinasi dan berbagi informasi melalui platform Cyber Threat Intelligence Sharing (CTIS) yang dikelola Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta pihak-pihak terkait lainnya guna mendukung proses investigasi dan validasi lebih lanjut. Berdasarkan hasil pendalaman yang telah kami lakukan hingga saat ini, tidak ditemukan indikasi bahwa data yang beredar berasal dari sistem maupun layanan Bank Jatim,” ujar Fenty dalam keterangan tertulis, Selasa, 15 Juni 2026.
Ia menjelaskan, koordinasi dengan sejumlah pihak menjadi bagian dari prosedur penanganan insiden keamanan siber yang diterapkan perusahaan. Langkah tersebut dilakukan agar proses verifikasi dan investigasi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain pemeriksaan internal, Bank Jatim masih memonitor perkembangan informasi yang beredar di berbagai kanal. Perseroan menyebut proses pendalaman belum selesai dan hasil lanjutan akan disampaikan apabila terdapat perkembangan yang perlu diketahui publik.
Fenty menegaskan perlindungan data dan keamanan sistem informasi tetap menjadi fokus utama perusahaan dalam menjalankan layanan perbankan.
“Kami berkomitmen untuk menjaga kepercayaan nasabah dan seluruh pemangku kepentingan dengan terus mengedepankan aspek keamanan sistem informasi dan pelindungan data. Bank Jatim akan senantiasa menjaga keamanan sistem, layanan, serta pelindungan data nasabah sesuai dengan ketentuan regulator dan standar keamanan informasi yang berlaku,” tutupnya.
Update Terbaru
Klaim Kode Redeem Honkai Star Rail Mei 2026 untuk Dapatkan Stellar Jade
Selasa / 16-06-2026, 19:18 WIB
Irak Siapkan Strategi Defensif Redam Agresivitas Erling Haaland
Selasa / 16-06-2026, 19:17 WIB
Panduan Build Hotori Neverness to Everness: Arc, Cartridge, dan Tim Terbaik
Selasa / 16-06-2026, 19:17 WIB
Solbakken Andalkan Haaland untuk Kalahkan Irak di Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 19:17 WIB
Vivo T5 Resmi di Indonesia: Baterai 7.200 mAh dan IP69
Selasa / 16-06-2026, 19:17 WIB
Pemerintah Arahkan Bank Himbara Fokus Biayai Empat Sektor Produktif
Selasa / 16-06-2026, 19:17 WIB
Tradisi Susu dan Dakwah Subuh Warnai Tahun Baru Islam di Garut
Selasa / 16-06-2026, 19:17 WIB
Infantino Ungkap Ide Del Piero di Balik Aturan Baru Lagu Kebangsaan Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 19:16 WIB
PANI Siapkan Private Placement Tahap IV, Target Dana Segar Rp1,81 Triliun
Selasa / 16-06-2026, 19:16 WIB
PPIH Imbau Jemaah Haji Debarkasi Padang Isolasi Mandiri 14 Hari
Selasa / 16-06-2026, 19:16 WIB
BYD Mulai Operasikan Pabrik Subang untuk Penuhi Display Dealer
Selasa / 16-06-2026, 19:16 WIB
Jusuf Kalla: Masjid Harus Makmurkan Jamaah dan Jadi Pusat Peradaban
Selasa / 16-06-2026, 19:16 WIB
Kortastipidkor Polri Geledah Kantor WIKA Terkait Korupsi Pabrik Gula Asembagoes
Selasa / 16-06-2026, 19:13 WIB
Kemendag Turunkan Harga Patokan Ekspor Emas per 15-30 Juni 2026
Selasa / 16-06-2026, 19:13 WIB






