Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla menegaskan bahwa masjid tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat ibadah.

Menurutnya, masjid juga harus memakmurkan jamaah dan menjadi pusat peradaban.

>>> Kortastipidkor Polri Geledah Kantor WIKA Terkait Korupsi Pabrik Gula Asembagoes

“Selama ini kita hanya berbicara memakmurkan masjid. Padahal masjid juga harus memakmurkan jamaahnya.

Masjid tidak boleh hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, pengembangan ekonomi, dan kemajuan masyarakat,” kata JK dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Pernyataan itu disampaikan JK saat memberikan sambutan pada peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Agung Bandung, Jawa Barat.

Menurut JK, kemajuan peradaban sangat bergantung pada penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemampuan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, masjid perlu berperan aktif mendorong pendidikan dan kewirausahaan.

“Peradaban dibangun oleh ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemampuan berusaha. Tanpa itu, sulit bagi umat untuk maju dan beradab,” ucapnya.

JK juga mencontohkan Nabi Muhammad SAW yang merupakan seorang pedagang sebelum diangkat menjadi nabi. Menurutnya, semangat berusaha dan berdagang adalah bagian dari teladan yang perlu dihidupkan kembali.

>>> Kemendag Turunkan Harga Patokan Ekspor Emas per 15-30 Juni 2026

“Rasulullah lebih lama menjadi pedagang daripada masa kenabiannya.

Karena itu semangat berusaha dan bekerja keras juga merupakan bagian dari sunnah yang harus dicontoh,” kata mantan Wakil Presiden RI itu.

Peran Siti Khadijah, istri Nabi Muhammad, juga diangkat JK sebagai contoh pentingnya peran perempuan.

“Kalau tidak ada Siti Khadijah yang mendukung dan membiayai perjuangan Rasulullah, tentu dakwah Islam tidak akan mudah berkembang.

Karena itu peran ibu-ibu sangat penting dalam kemajuan umat,” ucap JK.

Dalam penutup sambutannya, JK menegaskan bahwa Tahun Baru Hijriah harus menjadi momentum evaluasi diri, peningkatan kualitas ibadah, pendidikan, dan kemandirian ekonomi umat.

>>> Rupiah Melemah Tipis ke Rp 17.725 per Dollar AS Dipicu Isu Perang Dagang

“Makna Tahun Baru Hijriah bukan sekadar perayaan, tetapi momentum evaluasi dan perbaikan diri agar umat Islam semakin maju, berilmu, dan sejahtera,” kata Jusuf Kalla.