Jusuf Kalla: Masjid Harus Jadi Pusat Pendidikan dan Ekonomi untuk Kesejahteraan Jamaah
Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla menegaskan bahwa masjid tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat ibadah.
Menurutnya, masjid juga harus berperan dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup jamaah.
>>> BEM Bersatu Duga Oknum Eks Petinggi Militer di Balik Penolakan MBG
Pernyataan itu disampaikan Jusuf Kalla saat menghadiri peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Agung Bandung, Jawa Barat.
Ia menilai masjid memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan, pengembangan ekonomi, dan pembangunan masyarakat.
Jusuf Kalla menekankan bahwa kemajuan umat Islam tidak hanya ditentukan oleh kualitas ibadah. Penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemampuan berusaha juga menjadi faktor penting.
Memakmurkan Jamaah
Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menyoroti konsep memakmurkan masjid yang selama ini lebih dominan. Ia menegaskan bahwa masjid juga harus memakmurkan jamaahnya.
"Selama ini kita hanya berbicara memakmurkan masjid. Padahal masjid juga harus memakmurkan jamaahnya.
Masjid tidak boleh hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, pengembangan ekonomi, dan kemajuan masyarakat," kata Jusuf Kalla.
Mantan Wakil Presiden RI itu menambahkan bahwa masjid dapat menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dengan peran yang lebih luas, masjid diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat.
>>> Jerman dan Indonesia Perkuat Kemitraan Perdagangan, Investasi, dan Transisi Energi
Jusuf Kalla juga mengaitkan kemajuan peradaban dengan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan ekonomi. Ia mendorong masjid untuk aktif mengembangkan pendidikan dan menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan umat.
"Peradaban dibangun oleh ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemampuan berusaha. Tanpa itu, sulit bagi umat untuk maju dan beradab," ujarnya.
Jusuf Kalla mencontohkan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW yang lebih lama menjadi pedagang daripada masa kenabian.
Menurutnya, semangat berusaha dan bekerja keras merupakan bagian dari sunnah yang harus dicontoh.
Ia juga menyoroti peran penting perempuan dalam kemajuan umat, mencontohkan Siti Khadijah yang mendukung dakwah Rasulullah.
"Kalau tidak ada Siti Khadijah yang mendukung dan membiayai perjuangan Rasulullah, tentu dakwah Islam tidak akan mudah berkembang," kata JK.
Di akhir sambutannya, Jusuf Kalla mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum evaluasi dan perbaikan diri.
>>> Apakah 17 Juni 2026 Libur? Ini Status Tanggal Merah Setelah Tahun Baru Islam
Ia berharap umat Islam semakin maju, berilmu, dan sejahtera.
Update Terbaru
Promo Es Krim Indomaret 10 Mei 2026: Diskon 50% dan Beli 2 Gratis 2
Selasa / 16-06-2026, 21:45 WIB
4 Hari Besar yang Diperingati Setiap 17 April, dari Petani hingga Kelelawar
Selasa / 16-06-2026, 21:45 WIB
Gibran Dorong Indonesia Kuasai AI, Bukan Sekadar Pengguna
Selasa / 16-06-2026, 21:45 WIB
Kemenhan Targetkan 4.000 ASN Ikuti Seleksi Komcad Militer 2026
Selasa / 16-06-2026, 21:44 WIB
Biaya Tol dan Listrik Wuling Cortez Darion EV Jakarta-Yogyakarta Capai Rp734 Ribu
Selasa / 16-06-2026, 21:44 WIB
Bursa Saham AS Menguat Imbas Penurunan Harga Minyak Dunia
Selasa / 16-06-2026, 21:44 WIB
Gibran: Indonesia Harus Jadi Pemain dan Penguasa Teknologi AI
Selasa / 16-06-2026, 21:44 WIB
Menag Ajak Masyarakat Tinggalkan Hoaks di Momentum 1 Muharram
Selasa / 16-06-2026, 21:44 WIB
Samir Proyeksikan Kinerja Pembiayaan P2P Lending Terus Tumbuh
Selasa / 16-06-2026, 21:40 WIB
Promo JSM Tip Top 8-10 Mei 2026: Diskon Daging, Ayam, dan Buah Segar
Selasa / 16-06-2026, 21:40 WIB
Argentina Hadapi Aljazair di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 21:40 WIB
Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis di DKI Jakarta Tahun 2026
Selasa / 16-06-2026, 21:40 WIB
Wisatawan Ramai Kunjungi Rottnest Island demi Bertemu Quokka
Selasa / 16-06-2026, 21:40 WIB
LAFC Pinjamkan Adrian Wibowo ke Klub Austria FC Wacker Innsbruck
Selasa / 16-06-2026, 21:39 WIB






