PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) memberikan klarifikasi terkait penggeledahan kantor perseroan oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri (Kortastipidkor Polri).

Corporate Secretary WIKA, Ngatemin alias Emin, mengonfirmasi bahwa penggeledahan berlangsung pada 9 Juni 2026.

>>> Kemendag Turunkan Harga Patokan Ekspor Emas per 15-30 Juni 2026

Tindakan hukum ini bertujuan mengumpulkan dokumen penyidikan atas dugaan korupsi proyek pengembangan dan modernisasi Pabrik Gula Asembagoes milik PTPN XI.

Menurut Emin, penggeledahan dilatarbelakangi peran WIKA sebagai anggota Kerjasama Operasi (KSO) bersama PT Barata Indonesia (Persero) dan PT Multinas Indonesia.

Konsorsium ini bertindak sebagai kontraktor pelaksana proyek tersebut.

Pabrik Gula Asembagoes di Situbondo sebenarnya telah beroperasi di bawah PTPN. Namun, konsorsium WIKA-Barata-Multinas masih memiliki tanggung jawab berupa performance test yang tertunda.

Penundaan performance test dipicu oleh belum lengkapnya persyaratan administratif dalam kontrak. Saat ini, WIKA bersama pihak terkait terus berkoordinasi untuk menyelesaikan kendala administratif dan teknis sesuai ketentuan kontrak.

>>> Rupiah Melemah Tipis ke Rp 17.725 per Dollar AS Dipicu Isu Perang Dagang

Manajemen WIKA menilai proses hukum dan penggeledahan ini tidak berpotensi mengganggu kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

WIKA juga terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap reputasi perusahaan.

Langkah Penyehatan WIKA

Sejak 2023, WIKA telah menjalankan delapan stream penyehatan yang berfokus pada peningkatan tata kelola.

Langkah ini meliputi penerapan four eyes principles pada proses tender, perbaikan kontrak konstruksi, dan peningkatan pengendalian proyek JO.

Selain itu, perseroan menggunakan biro kredit, mengintegrasikan whistleblowing system dengan KPK, menerapkan checkpoint pada progres proyek, menggunakan Digital Control Tower, serta menerapkan ERP berbasis SAP hingga ke anak perusahaan.

>>> Spanyol Ditahan Imbang Tanjung Verde di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Emin menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat informasi atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan serta harga saham.