Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria mengarahkan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk memprioritaskan pembiayaan pada empat sektor produktif.

Keempat sektor tersebut adalah manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, infrastruktur, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

>>> Tradisi Susu dan Dakwah Subuh Warnai Tahun Baru Islam di Garut

Kebijakan strategis ini diambil pemerintah untuk memperkuat peran perbankan pelat merah dalam mendukung agenda pembangunan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

Arahan tersebut disampaikan Dony dalam rapat evaluasi kinerja bersama komisaris utama dan direktur utama bank-bank Himbara pada Senin (15/6/2026).

Dony menilai pengalihan modal ke sektor produktif sangat krusial karena sektor-sektor tersebut memiliki efek berganda yang tinggi bagi perekonomian domestik.

Kinerja positif Himbara saat ini dipandang menjadi fondasi vital bagi stabilitas sistem keuangan sekaligus motor penggerak aktivitas ekonomi di Indonesia.

>>> Infantino Ungkap Ide Del Piero di Balik Aturan Baru Lagu Kebangsaan Piala Dunia 2026

"Dukungan pembiayaan harus terus diarahkan kepada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujar Dony Oskaria.

Selain membahas penyaluran pembiayaan yang inklusif dan berorientasi pada nilai tambah, pertemuan tersebut juga mengevaluasi penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta strategi ketahanan perbankan BUMN di tengah dinamika global.

"Perbankan BUMN memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi," tambah Dony.

>>> PANI Siapkan Private Placement Tahap IV, Target Dana Segar Rp1,81 Triliun

Melalui kolaborasi antara BP BUMN, Danantara, dan manajemen Himbara, fungsi intermediasi perbankan diharapkan semakin kuat untuk mempercepat pencapaian target pembangunan nasional secara sehat, profesional, dan berkelanjutan.