Umat Islam menyambut Tahun Baru Hijriah 1 Muharam 1448 H pada Selasa, 16 Juni 2026, dengan menghidupkan tradisi minum susu putih serta menggelar kegiatan dakwah subuh terbuka di Kabupaten Garut.

Perayaan pergantian tahun baru Islam ini diwarnai oleh berbagai syiar spiritual dan kebersamaan di tengah masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan yang digagas oleh Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

>>> Infantino Ungkap Ide Del Piero di Balik Aturan Baru Lagu Kebangsaan Piala Dunia 2026

Tradisi meminum susu putih pada malam 1 Muharam merupakan amalan yang diwariskan oleh ulama besar Tanah Suci, Abuya Sayyid Muhammad Alawy Al-Maliki.

Susu putih dijadikan simbol kebersihan jiwa, awal yang suci, serta harapan penuh keberkahan dalam menjalani tahun baru, dengan waktu pengamalan sejak selepas Maghrib hingga sebelum Subuh.

Sebelum meminum susu hangat yang disediakan, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa khusus demi mengharap keberkahan: "اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْهِ وَزِدْنَا مِنْهُ".

Ngopi Susu: Dakwah Subuh di Garut

Komisi Dakwah MUI Pusat menghadirkan Program Wisata Dakwah "Dai Menyapa Umat" yang dikemas dalam acara Ngopi Susu (Ngobrol Perkara Iman Subuh) di Mal Pelayanan Publik Garut pada Selasa, 16 Juni 2026.

Kegiatan yang diawali Salat Subuh berjamaah ini menghadirkan qori internasional KH Dr. Hasani A. Said, KH Muhammad Haris, Ustadz Aam Hamdani, serta Ustadz Deden dari MUI Pusat.

Penasehat Bikers Subuh Akbar Garut, H. Yayan Gunawan menjelaskan bahwa agenda rutin setiap Selasa subuh ini memanfaatkan ruang terbuka sebagai tempat syiar agama.

"Ngopi Susu menjadi ruang bagi masyarakat untuk menambah ilmu agama, memperkuat silaturahmi, dan membangun semangat kebersamaan.