Anggota DPRD Jawa Barat Daddy Rohanady mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Hal ini menyusul berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026.

>>> Tunisia Tunjuk Herve Renard Gantikan Sabri Lamouchi Usai Dibantai Swedia

Di Cirebon, Selasa, Daddy menilai perbaikan tata kelola menjadi kunci untuk mencegah terulangnya kendala dalam proses penerimaan murid pada tahun-tahun mendatang.

Menurut dia, evaluasi perlu dilakukan secara serius, terutama pada aspek perencanaan dan kesiapan sistem sebelum proses penerimaan murid dimulai.

Polemik yang terjadi menunjukkan perlunya langkah antisipatif melalui simulasi yang dilakukan jauh hari sebelum pelaksanaan. Dengan demikian, berbagai kendala dapat teridentifikasi lebih awal.

"Kalau perlu ada simulasi yang jauh-jauh hari sebelumnya, sehingga pada saatnya pelaksanaan itu tidak seperti saat ini," katanya.

Ia menilai persoalan tersebut telah mendapat perhatian serius pemerintah daerah, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang sebelumnya mengambil langkah tegas terhadap jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat.

Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan Disdik Jawa Barat agar pelaksanaan penerimaan murid pada tahun mendatang lebih terencana.

"Ini PR serius buat Pak Purwanto, Kepala Disdik Jabar, untuk ke depan jauh lebih terencana saya kira," ujarnya.

>>> Ananda Zayn Target Konsistensi Usai Juara ITCR 1500 di Mandalika

Menurut Daddy, simulasi tidak cukup dilakukan satu kali, tetapi harus diikuti evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan hingga sistem benar-benar siap digunakan masyarakat.

Dengan mekanisme tersebut, potensi gangguan teknis maupun administratif dapat diminimalkan sebelum proses penerimaan berlangsung.