Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti melaporkan realisasi program makan bergizi gratis (MBG) telah menjangkau 43 juta murid di Indonesia hingga Rabu, 10 Juni 2026.

Pencapaian tersebut setara dengan 80,7 persen dari target nasional yang menyasar total 53 juta siswa.

>>> Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026: Spanyol vs Cape Verde, Belgia vs Mesir

Data penerima manfaat ini menegaskan bahwa program menyasar kelompok murid, sekaligus mengklarifikasi kekeliruan informasi sebelumnya yang sempat menyebut guru sebagai penerima.

Pemerintah menyelaraskan program pemenuhan gizi ini dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang berfokus pada pembiasaan pola makan sehat.

Implementasi program di lapangan turut didukung dengan penyusunan berbagai modul akademis agar memberikan dampak jangka panjang terhadap mutu pendidikan.

>>> Pemerintah Didesak Alihkan Subsidi Motor Listrik ke Transportasi Publik Daerah

"Sejumlah penelitian yang dilakukan, termasuk dari Labsosio – Pusat Kajian Sosiologi Universitas Indonesia menyatakan bahwa MBG telah memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar, tingkat kehadiran di sekolah, dan capaian akademik murid," ujar Menteri Abdul Mu’ti dalam keterangannya pada Minggu (14/6/2026).

Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi

Selain program gizi, Kemendikdasmen kini tengah menyeleksi 36 usulan sekolah untuk proyek pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi nonasrama.

"Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merencanakan akan membangun 100 sekolah nasional terintegrasi dan sudah ada 36 usulan sekolah yang terseleksi yang akan dimulai pembangunannya pada tahun ini," pungkas Mu'ti.

>>> Kevin De Bruyne Antusias Reuni dengan Mohamed Salah di Piala Dunia 2026

Sebagai tahap awal, pemerintah segera mengoperasikan lima sekolah memanfaatkan gedung Unit Pelaksana Teknis di daerah, dilanjutkan satu sekolah di Ibu Kota Nusantara dan sembilan sekolah di sejumlah wilayah pilihan.