Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan mengubah skema pemberian insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program makan bergizi gratis (MBG).

Kebijakan ini diambil karena insentif rata-rata Rp 6 juta per unit dinilai memicu pemborosan keuangan negara.

>>> Kiandra Ramadhipa Rebut Kemenangan Perdana di Moto3 Junior World Championship 2026

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menyampaikan evaluasi tersebut di Gedung DPR, Jakarta, pada Senin (15/6/2026).

Menurutnya, penyesuaian besaran insentif akan dilakukan secara proporsional berdasarkan volume penerima manfaat MBG yang dilayani masing-masing SPPG.

"Jadi itu termasuk (evaluasi pemberian insentif), setelah data penerima manfaat itu fix, kami harapkan nanti insentifnya tidak fix Rp 6 juta semua," ujar Agustina.

Ia mencontohkan, sebelumnya SPPG dengan 1.500 penerima manfaat dan 500 penerima manfaat sama-sama mendapat Rp 6 juta.

Perubahan ini dirancang agar anggaran negara tepat sasaran. BGN juga membuka peluang menggabungkan beberapa SPPG di wilayah dengan penerima manfaat sedikit.

"Tidak (dipukul rata pemberian insentif).

>>> Mengenal Tiga Peringatan Hari Besar Penuh Makna pada 25 Februari

Iya, jadi semua itu diharapkan nantinya kita akan memang bagaimana program ini tercapai tetapi anggarannya betul-betul sesuai sasaran," terang Arumsari.

Faktor kualitas makanan dan standar keamanan pangan juga menjadi parameter baru dalam penilaian kinerja SPPG.

Satuan pelayanan tidak bisa lagi sekadar memasak tanpa memenuhi komposit indikator yang ditetapkan.

"Bagaimana Anda mampu menghasilkan makanan yang berkualitas, standar makanannya, keamanannya pangannya terpenuhi. Jadi kita akan bikin beberapa composite untuk penilaian," jelas Agustina.

Pembenahan tata kelola dan audit operasional dapur SPPG dijadwalkan berlangsung saat libur sekolah. Penyaluran MBG akan dihentikan sementara.

>>> Kementerian ESDM Lebarkan Asumsi Harga Minyak Mentah di RAPBN 2027

"Kami akan stop semua, kami akan audit semua dapur, sehingga nanti mudah-mudahan ketika anak-anak sudah masuk sekolah kita sudah lebih baik," pungkas Agustina.