Tanggal 22 Februari menjadi momen penting dengan tiga peringatan besar, baik nasional maupun internasional.

Hari Istiqlal, Hari Kepanduan Sedunia, dan World Thinking Day diperingati setiap tahun pada tanggal yang sama.

>>> Spanyol Hadapi Cape Verde di Laga Perdana Grup H Piala Dunia 2026

Pada tahun 2026, 22 Februari jatuh pada hari Minggu. Namun, tanggal ini bukan hari libur nasional di Indonesia, kecuali ada pengumuman khusus dari pemerintah.

Hari Istiqlal

Indonesia memperingati Hari Istiqlal setiap 22 Februari untuk mengenang peresmian Masjid Istiqlal di Jakarta pada 22 Februari 1978 oleh Presiden Soeharto.

Masjid ini merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara dan menjadi simbol kemerdekaan, toleransi, serta kerukunan antarumat beragama.

Masyarakat biasanya mengisi peringatan ini dengan kegiatan keagamaan dan doa bersama. Sebagian juga melakukan kunjungan ke masjid untuk mengenang perannya sebagai pusat ibadah dan pemersatu bangsa.

Hari Kepanduan Sedunia

Tanggal 22 Februari juga diperingati sebagai Hari Kepanduan Sedunia atau Founders' Day.

>>> Galaxy S25 Mulai Dapatkan Fitur Notification Highlights Lewat Pembaruan Terbaru

Pemilihan tanggal ini berdasarkan hari ulang tahun Lord Baden-Powell, pendiri Gerakan Pramuka modern, yang lahir pada 22 Februari 1857.

Istrinya, Olave Baden-Powell, juga lahir pada tanggal yang sama di tahun 1889.

Di Indonesia, momen ini dikenal sebagai Hari Kepanduan Internasional. Anggota Pramuka biasanya merayakannya dengan upacara resmi, bakti sosial, kegiatan berkemah, dan program pendidikan karakter.

Hari Berpikir Sedunia (World Thinking Day)

Peringatan global lainnya pada 22 Februari adalah World Thinking Day, yang didedikasikan bagi anggota Girl Guides dan Girl Scouts di bawah WAGGGS.

Perayaan ini telah berlangsung sejak 1926 dan bertujuan merayakan persahabatan internasional serta menyoroti isu global yang memengaruhi perempuan muda.

>>> Samsung Mulai Uji Coba One UI 9 untuk Galaxy A16 5G

Tema World Thinking Day 2026 adalah "Friendship", dipilih untuk menandai perayaan ke-100 tahun hari besar tersebut. Para anggota juga menggalang dana untuk mendukung pergerakan di 153 negara.