Pelaku Pelayaran Global Masih Hati-hati Sikapi Pembukaan Selat Hormuz
Pelaku industri pelayaran global masih menunjukkan sikap berhati-hati terhadap rencana pembukaan kembali Selat Hormuz.
Sikap ini tetap bertahan meskipun Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik di jalur pelayaran strategis tersebut.
>>> Pengamat: Penertiban Parkir Liar Jakarta Tak Efektif Tanpa Sistem
Sejumlah perusahaan pelayaran di Asia dan Eropa menilai pemulihan kepercayaan terhadap keamanan di kawasan tersebut membutuhkan waktu berminggu-minggu.
Aktivitas operasional secara normal baru akan berjalan setelah ada kepastian kondisi keamanan di lapangan.
Sesuai jadwal, Amerika Serikat dan Iran akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Swiss pada Jumat mendatang.
Langkah ini menjadi bagian dari kesepakatan penghentian konflik sekaligus pembukaan kembali akses Selat Hormuz.
Pasar finansial merespons positif perkembangan tersebut dengan mendorong harga minyak dunia turun sekitar 5% pada Senin (15/6).
Kendati demikian, pelaku industri pelayaran masih memilih menunggu rincian implementasi kesepakatan, termasuk proses pembersihan ranjau laut.
Analis Jyske Bank, Haider Anjum, menyatakan bahwa respons awal dari industri pelayaran terhadap kesepakatan ini cenderung masih terbatas.
"Data AIS belum menunjukkan gelombang kapal yang kembali menuju Selat Hormuz pagi ini.
Perusahaan pelayaran kemungkinan masih menunggu kepastian bahwa kesepakatan tersebut benar-benar berjalan karena sebelumnya Selat Hormuz sempat dibuka kembali dalam waktu yang sangat singkat sebanyak dua kali," ujarnya.
Hambatan pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz dipicu oleh konflik antara AS-Israel dengan Iran yang bermula sejak akhir Februari lalu.
Jalur ini bernilai krusial karena mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia, serta komoditas seperti aluminium dan urea.
Hingga Senin, data Kpler dan LSEG menunjukkan baru satu kapal LNG yang terlihat melintasi Selat Hormuz, yaitu kapal Disha milik perusahaan India Petronet.
Update Terbaru
Pengendara Nekat Melawan Arus Hadapi Sanksi Denda dan Pidana Kurungan
Selasa / 16-06-2026, 00:14 WIB
TVRI Sulteng Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di Lapangan Vatulemo
Selasa / 16-06-2026, 00:14 WIB
Kiaton Bagikan Inspirasi Ucapan Jumat Agung 2026 Penuh Makna
Selasa / 16-06-2026, 00:14 WIB
Rafael van der Vaart Kritik Tajam Virgil van Dijk Usai Imbang Lawan Jepang
Selasa / 16-06-2026, 00:12 WIB
Kode Redeem FF 8 Mei 2026: Kesempatan Klaim Diamond Gratis
Selasa / 16-06-2026, 00:12 WIB
Ipswich Town Pertahankan Elkan Baggott untuk Premier League 2026/2027
Selasa / 16-06-2026, 00:12 WIB
Mengenal Tiga Hari Peringatan Unik Global pada 27 Februari
Selasa / 16-06-2026, 00:12 WIB
Persis Solo Resmi Tunjuk Ricky Nelson sebagai Pelatih Kepala Baru
Selasa / 16-06-2026, 00:12 WIB
Spanyol Ditahan Imbang Tanjung Verde Tanpa Gol pada Babak Pertama
Selasa / 16-06-2026, 00:12 WIB
BNI dan BCA Sesuaikan Jadwal Operasional Libur Tahun Baru Islam 2026
Selasa / 16-06-2026, 00:09 WIB
Mansory Siapkan Paket Soft Kit untuk Lamborghini Urus SE, Tenaga Tembus 1.085 HP
Selasa / 16-06-2026, 00:09 WIB
Riset Prasetiya Mulya Ungkap Fenomena AI Citation Gap yang Rugikan Brand
Selasa / 16-06-2026, 00:08 WIB
Leo/Daniel Tembus Final Thailand Open 2026, Tantang Ganda India
Selasa / 16-06-2026, 00:08 WIB
PT Citra Nusantara Gemilang Tbk Targetkan Pendapatan Rp 879 Miliar pada 2026
Selasa / 16-06-2026, 00:08 WIB






