Aksi nekat pengemudi yang melawan arus lalu lintas demi menghindari petugas kepolisian tengah menjadi sorotan di media sosial.

Pelanggaran arah ini masih sering terjadi di sejumlah kawasan, terutama pada rute satu arah dan titik padat kendaraan.

>>> TVRI Sulteng Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di Lapangan Vatulemo

Melawan arus bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan tindakan fatal yang mengancam keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain.

Otoritas telah menetapkan sanksi hukum berat untuk menjaga ketertiban di jalan raya.

Dasar Hukum dan Sanksi

Pemerintah menindak tegas pelanggaran melawan arus melalui Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Pelanggar dapat dijerat dengan Pasal 287 ayat (1) yang mengatur sanksi pidana kurungan paling lama dua bulan dan denda maksimal Rp500.000.

Tindakan melawan arus otomatis dikategorikan sebagai pelanggaran rambu atau marka jalan. Aparat penegak hukum menggunakan pasal tersebut sebagai dasar penindakan di lapangan.

>>> Kiaton Bagikan Inspirasi Ucapan Jumat Agung 2026 Penuh Makna

Aturan ini berlaku menyeluruh tanpa membedakan jenis kendaraan. Pengendara motor maupun mobil dijatuhi sanksi setara karena penilaian hukum didasarkan pada bentuk perbuatannya.

Meski undang-undang menetapkan batas denda maksimal, nominal riil yang dibayarkan ditentukan melalui mekanisme persidangan. Keputusan akhir bergantung pada vonis hakim atau sistem penalti yang berlaku.

Penegakan hukum kini diperkuat dengan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Kamera pengawas di titik strategis otomatis merekam bukti visual saat pelanggaran arah terjadi.

Setelah pelanggaran terverifikasi, surat konfirmasi dikirim ke alamat pemilik kendaraan. Pemilik wajib menyelesaikan konfirmasi dan membayar denda agar terhindar dari pemblokiran STNK.

Risiko Fatal di Jalan Raya

Dampak utama melawan arus adalah tingginya risiko kecelakaan fatal, termasuk tabrakan frontal antar kendaraan. Perilaku ini juga memicu kemacetan parah karena merusak ritme arus kendaraan.

>>> Rafael van der Vaart Kritik Tajam Virgil van Dijk Usai Imbang Lawan Jepang

Banyak kecelakaan serius di jalan satu arah, persimpangan padat, dan tikungan tajam dipicu oleh pengendara egois yang memotong jalur demi mempersingkat jarak tanpa memedulikan keselamatan bersama.