Tanggal 25 Februari menyimpan beragam peringatan penting yang dirayakan oleh masyarakat dunia. Di Indonesia, tanggal ini bertepatan dengan pertengahan puasa Ramadan 1447 H tanpa libur nasional.

Momen ini menjadi waktu untuk mengenang perjuangan demokrasi hingga perayaan sederhana yang membawa kebahagiaan. Berikut tiga hari besar yang diperingati setiap 25 Februari.

>>> Kementerian ESDM Lebarkan Asumsi Harga Minyak Mentah di RAPBN 2027

Quiet Day: Ajakan Menemukan Ketenangan

Quiet Day adalah peringatan informal yang mengajak setiap individu mencari ketenangan di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern.

Tujuannya mengurangi paparan kebisingan dari gawai, lalu lintas, dan media sosial demi kesehatan mental.

Masyarakat dapat merayakannya dengan mematikan notifikasi ponsel selama beberapa jam atau menghindari musik keras.

Aktivitas seperti membaca buku, berjalan kaki tanpa earphone, journaling, atau duduk sambil minum teh sangat disarankan.

Langkah ini bermanfaat mengurangi stres, meningkatkan fokus, serta memperbaiki kualitas tidur. Batasan waktu tenang juga bisa diterapkan bersama keluarga di rumah.

Hari Revolusi Kekuatan Rakyat (EDSA Revolution)

Peringatan ini merupakan hari libur nasional di Filipina untuk mengenang peristiwa 25 Februari 1986.

Jutaan rakyat Filipina berkumpul secara damai di sepanjang Epifanio de los Santos Avenue (EDSA) di Manila selama empat hari.

Demonstrasi tanpa kekerasan itu berhasil menggulingkan diktator Ferdinand Marcos yang telah berkuasa selama 20 tahun. Gerakan ini mencapai tujuannya tanpa pertumpahan darah yang signifikan.

Tokoh kunci dalam peristiwa ini adalah Corazon Aquino yang kemudian menjadi presiden perempuan pertama Filipina, serta Kardinal Jaime Sin.

>>> Cara dan Syarat Mengaktifkan DANA Cicil untuk Transaksi Bertahap

Ada pula jenderal yang membelot seperti Fidel Ramos dan Juan Ponce Enrile.