Badan Gizi Nasional (BGN) membekukan sementara aktivitas operasional 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Keputusan ini diambil setelah evaluasi menemukan sejumlah pelanggaran teknis.

>>> Hypermart Promo Produk Segar 14-16 April 2026: Diskon Buah, Daging, dan Sayur

Pelanggaran tersebut meliputi sarana dan prasarana yang belum memenuhi standar kelayakan. Selain itu, ditemukan indikasi praktik monopoli oleh pemasok bahan makanan.

Koordinator Wilayah BGN Tulungagung Sabrina Mahardika mengatakan langkah ini merupakan komitmen menjaga kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Hasil evaluasi menunjukkan beberapa SPPG hanya memiliki tiga sampai lima supplier, padahal batas minimal 15 supplier," ujarnya, Minggu (14/6/2026).

BGN menetapkan ketersediaan banyak pemasok sebagai kriteria krusial. Kebijakan ini untuk meminimalkan risiko ketergantungan pada satu pihak dan menjamin stabilitas suplai pangan.

Pemeriksaan mendalam mendapati sejumlah dapur MBG hanya bermitra dengan tiga hingga lima pemasok. Angka ini jauh dari ketentuan minimal 15 mitra penyuplai.

Ketimpangan jumlah tersebut memicu indikasi monopoli yang dikhawatirkan merusak kualitas hidangan dan mengancam keberlanjutan pasokan. "BGN telah mengeluarkan aturan agar setiap SPPG memiliki minimal 15 supplier," jelas Sabrina.

Selain masalah rantai pasok, BGN juga menemukan sejumlah fasilitas dapur yang belum memenuhi standar kelayakan fisik.

>>> Amazfit Cheetah 2 Ultra dan Pro Resmi Meluncur di Indonesia

Penghentian operasional menyasar unit SPPG yang terindikasi terlibat dalam kejadian luar biasa, termasuk dugaan keracunan hidangan MBG.

BGN memandang audit total esensial untuk menjamin keamanan pangan dan mutu konsumsi bagi penerima manfaat.

Seluruh dapur yang belum lolos kualifikasi harus segera melakukan pembenahan internal sebelum diizinkan berproduksi kembali.

Hingga kini BGN belum menetapkan batas waktu pembekuan bagi 18 SPPG tersebut. Status penangguhan akan dicabut setelah pengelola menyelesaikan perbaikan dan lolos verifikasi standar.

"Apabila ditemukan kekurangan sarpras, manajemen hingga kualitas menu akan dilaporkan ke BGN pusat," ujar Sabrina.

Meski belasan unit dapur dibekukan, BGN menjamin distribusi MBG tidak akan terhambat. Penerima manfaat dari SPPG yang di-suspend akan dialihkan ke unit SPPG terdekat yang masih aktif.

>>> Laba BTN Melesat 58,37% Berkat Pendapatan Bunga Bersih

"Untuk penerima manfaat tidak perlu khawatir karena akan dialihkan ke SPPG lain," kata Sabrina.