Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menggenjot penyelesaian proyek Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.

Pemerintah menargetkan kawasan pendidikan terpadu ini dapat mulai digunakan pada Juli 2026 mendatang.

>>> BRIN Dorong Transformasi Sastra Lewat Media Kreatif Digital

Menteri PU Dody Hanggodo memantau langsung perkembangan proyek pada Minggu (14/6/2026) dan menyebut capaian pembangunan kini mencapai 65 persen.

Hambatan terbesar di lapangan adalah distribusi material bangunan akibat akses transportasi yang sulit.

"Jadi supply material secara darat memang berat.

Ada bandara, tetapi bandaranya masih belum bisa 100 persen kita gunakan Hercules," kata Dody dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2026).

Pasokan komponen bangunan harus dikirim dari Jakarta dan Medan, sehingga jalur darat menuju lokasi sangat menantang.

Armada pesawat kargo besar sekelas Hercules belum bisa beroperasi maksimal karena keterbatasan fasilitas bandara setempat.

PT Waskita Karya (Persero) selaku kontraktor pelaksana akan mengoptimalkan pengiriman via udara untuk mengatasi kendala logistik ini.

Pemerintah menegaskan komitmennya memastikan infrastruktur pendidikan ini beroperasi tepat waktu meskipun terkendala pengiriman logistik.

Jika beberapa fasilitas belum rampung hingga tenggat, Kementerian PU akan memprioritaskan fungsi utama sekolah untuk kegiatan belajar mengajar terlebih dahulu.

>>> 5 Rekomendasi Mobil Bekas 7 Seater di Bawah Rp100 Juta

Proses penyempurnaan sarana penunjang lainnya akan diselesaikan secara bertahap.

"Mungkin beberapa tempat yang memang ada kesulitan di transportasi material. Mungkin kita upayakan maksimalnya bisa fungsional dulu," ujar Dody.

Kompleks Sekolah Rakyat Nagan Raya berdiri di atas lahan seluas 8,1 hektar dengan konsep kawasan pendidikan terpadu modern.

Fasilitas yang disiapkan mencakup gedung sekolah dari SD hingga SMA, laboratorium biologi, masjid, dan gedung serbaguna.

Area ini juga dilengkapi lapangan upacara, lapangan basket, lapangan mini soccer, asrama siswa, kantin, dan rumah susun untuk tenaga pengajar.

Daya tampung sekolah terpadu ini diproyeksikan mencapai 1.088 pelajar saat beroperasi penuh.

Sekolah ini diplot menjadi pusat pendidikan unggulan untuk memeratakan akses sekolah di Aceh.

"Progresnya sudah 65 persen. Kita kejar supaya akhir Juni sudah bisa fungsional untuk SD, SMP, SMA.

>>> Brasil Ditahan Imbang Maroko pada Laga Pertama Piala Dunia 2026

Adik-adik di sekitar Aceh Selatan bisa masuk sekolah di Juli 2026," tutur Dody.