Aktivis Rohingya, Noor Azizah, menuai kecaman luas dari publik setelah menyampaikan pidato yang diduga menyudutkan masyarakat Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Dalam orasinya di sebuah kampus, Noor Azizah menyatakan bahwa para pengungsi Rohingya masih menderita meski telah meninggalkan Myanmar.

>>> Pantai Gading Kalahkan Ekuador 1-0 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

"Anda mungkin mengetahui Indonesia, Malaysia, dan Thailand sebagai destinasi wisata.

Di Malaysia, ada 2.000 anak dikurung di pusat imigrasi, tumbuh di balik jeruji," ujarnya dalam video yang diunggah dua hari lalu.

Ia juga menyinggung ujaran kebencian di media sosial Indonesia, serta menuduh Thailand terlibat perdagangan manusia terhadap pengungsi Rohingya.

Video tersebut memicu gelombang protes warganet dari tiga negara. Kolom komentar video dinonaktifkan, sehingga netizen membanjiri unggahan lain di akun Instagram @noor.

azizah. rohingya.

>>> Sinergi Kebijakan Perkuat Kepercayaan Investor terhadap Ekonomi Indonesia

Seorang pengguna @khadijahskis, yang mengaku sebagai relawan kesehatan untuk Rohingya di Malaysia, menyatakan kekecewaan mendalam. "Cara kamu menggambarkan rakyatku tidak adil.

Saya menuntut permintaan maaf," tulisnya.

Netizen lain, haidasefa20, berkomentar, "Salahkan pemerintahmu, jangan Malaysia, Indonesia, dan Thailand." Sementara @straw_berrytrip15 menambahkan, "Kamu lupa siapa yang membantu rakyatmu?

Salahkan negaramu sendiri!"

Berdasarkan data UNHCR, terdapat sekitar 12.261 pengungsi terdaftar di Indonesia per April 2026. Sebanyak 30% di antaranya anak-anak.

>>> Algoritma Matematika Prediksi Timnas Belanda Juara Piala Dunia 2026

Mayoritas berasal dari Afghanistan (39%), disusul Myanmar (22%) dan Somalia (13%).