Pembaruan perangkat lunak pada van pengiriman listrik buatan Rivian untuk Amazon memicu kontroversi.

Sejumlah pengemudi melaporkan bahwa sistem pendingin udara (AC) mati secara otomatis begitu mereka meninggalkan kursi pengemudi.

>>> Ford dan Renault Hidupkan Kembali Teknologi Range-Extender EV yang Sempat Mati

Menurut laporan 404Media, AC pada van tersebut mati setelah pengemudi tidak berada di belakang kemudi selama lebih dari 30 detik.

Hal ini menjadi masalah besar karena pengemudi harus sering turun untuk mengantarkan paket, terkadang ratusan kali dalam satu shift.

Amazon memberikan klarifikasi berbeda.

Perusahaan menyatakan bahwa pembaruan perangkat lunak justru memperpanjang waktu kerja AC hingga 10 menit setelah pengemudi keluar, sehingga kabin tetap sejuk saat kembali.

>>> Bovensiepen 05 GT: M5 Touring Bertenaga 790 HP Berbalut Body 5-Series Biasa

Amazon menambahkan bahwa AC hanya akan mati jika pintu geser belakang dibiarkan terbuka lebih dari 30 detik. Langkah ini disebut sebagai upaya penghematan baterai.

Namun, para pengemudi mengeluhkan bahwa dalam praktiknya, AC tetap mati meski pintu tertutup.

Mereka harus membuka dan menutup pintu berulang kali agar AC tetap menyala, yang justru mengganggu produktivitas.

>>> Hyundai i20 Generasi Baru Hadir dengan Gaya Crossover di Brasil

Belum jelas apakah Amazon akan menindaklanjuti keluhan ini. Amazon menyebut van Rivian terbaru juga dilengkapi kursi berventilasi untuk membantu pengemudi saat musim panas.