Dunia internasional digemparkan oleh tewasnya pemimpin kartel narkoba El Mencho dalam sebuah operasi militer di Tapalpa, Jalisco.

Peristiwa ini langsung memicu gelombang kerusuhan besar di beberapa wilayah Meksiko.

>>> Menkeu Purbaya ke China Bahas Penerbitan Panda Bond

Jaringan kriminal di negara tersebut dikenal sangat kuat, kejam, dan memiliki keuntungan finansial yang luar biasa besar.

Organisasi ini tidak hanya bergerak dalam penyelundupan narkotika, tetapi juga melakukan pemerasan, penculikan, perdagangan manusia, hingga pembunuhan massal.

Secara harfiah, istilah kartel obat-obatan merujuk pada sebuah konsorsium organisasi independen yang dibentuk untuk membatasi persaingan pasar serta mengendalikan produksi dan distribusi narkoba secara ilegal.

Dalam realitasnya, kelompok ini bertindak layaknya negara bayangan yang menguasai wilayah, politik lokal, hingga sektor ekonomi.

Mereka memiliki struktur hierarki yang rapi, pasukan bersenjata khusus, sistem intelijen, serta jaringan korupsi yang menembus aparat penegak hukum dan politisi.

Sejarah Panjang Kartel Meksiko

Struktur kriminal yang masif di Meksiko terbentuk melalui proses sejarah yang panjang selama beberapa dekade terakhir.

Pada era 1960 hingga 1970-an, Meksiko awalnya hanya menjadi jalur pasokan utama untuk komoditas marijuana menuju Amerika Serikat.

Situasi berubah drastis pada awal tahun 1980-an ketika otoritas Amerika Serikat berhasil menekan pergerakan kartel Kolombia, seperti kelompok Medellín dan Cali.

Kondisi tersebut menyebabkan rute penyelundupan kokain bergeser secara masif ke arah Meksiko.

Momentum ini melahirkan Kartel Guadalajara sebagai organisasi kriminal besar pertama di negara itu yang dipimpin oleh Miguel Ángel Félix Gallardo.

Tekanan internasional meningkat tajam setelah terjadinya peristiwa pembunuhan terhadap agen DEA Amerika Serikat, Enrique "Kiki" Camarena, pada tahun 1985.

Pasca-penangkapan Félix Gallardo, Kartel Guadalajara pecah menjadi faksi-faksi besar seperti Sinaloa, Tijuana, Juárez, dan Gulf.