Langkah Presiden Felipe Calderón yang memaklumatkan Perang Melawan Narkoba pada tahun 2006 justru memicu lonjakan kekerasan yang luar biasa.

Faksi-faksi tersebut saling berebut wilayah kekuasaan yang ditinggalkan oleh para pemimpin yang tertangkap.

Pada dekade 2010-an, muncul generasi baru yang jauh lebih brutal, salah satunya adalah Jalisco New Generation Cartel (CJNG) yang merupakan pecahan dari Kartel Sinaloa.

Peta Kekuatan Jaringan Kriminal Utama

Hingga Februari 2026, terdapat beberapa kelompok besar yang masih aktif mendominasi wilayah Meksiko dengan karakteristik masing-masing.

>>> Belanda Gagal Kalahkan Jepang Setelah Dua Kali Unggul

Kartel Sinaloa merupakan salah satu organisasi tertua yang dahulu dipimpin oleh Joaquín "El Chapo" Guzmán.

Setelah penangkapan Ismael "El Mayo" Zambada pada tahun 2024, kelompok ini terbelah menjadi dua kubu besar, yaitu faksi Los Mayos dan faksi Los Chapitos yang dijalankan oleh anak-anak El Chapo.

Kubu lain yang sangat agresif adalah Jalisco New Generation Cartel (CJNG) yang dipimpin oleh Nemesio "El Mencho" Oseguera Cervantes.

Berdasarkan laporan terkini per 22 Februari 2026, El Mencho dikonfirmasi tewas dalam operasi militer di Tapalpa, Jalisco.

Kematian pimpinan tertinggi CJNG tersebut langsung memicu aksi balasan massal di sejumlah negara bagian.

Gejolak keamanan ini bahkan sempat mengancam stabilitas persiapan menjelang gelaran Piala Dunia 2026.

Selain dua kelompok utama tersebut, terdapat beberapa faksi lain yang memegang pengaruh kuat, di antaranya Gulf Cartel, Los Zetas yang dikenal sadis, Knights Templar, serta berbagai kelompok serpihan kecil lainnya.

Dampak Politik, Ekonomi, dan Kebijakan Pemerintah

Saat ini, jaringan kriminal tersebut diperkirakan telah menguasai sekitar sepertiga dari total wilayah teritorial Meksiko.