Rivian menolak mengikuti tren pengembalian tombol fisik yang dilakukan beberapa pabrikan lain.

Chief software officer Wassym Bensaid menyatakan bahwa asisten suara berbasis AI adalah cara yang lebih baik untuk mengendalikan fungsi kendaraan.

>>> Bengkel Tawarkan Solusi Perbaikan Baterai Motor Listrik Mulai Ratusan Ribu

Dalam wawancara dengan The Verge, Bensaid menjelaskan bahwa Rivian Assistant yang baru sudah tersedia untuk model R1 sejak pertengahan Mei.

Asisten ini dibangun di atas fondasi AI multimodal dan dapat menangani fungsi inti kendaraan, termasuk HVAC.

“Saya sangat percaya bahwa suara memiliki peluang untuk menjadi antarmuka utama di dalam mobil,” ujar Bensaid. “Tombol bisa ada, tetapi tidak boleh menjadi cara utama berinteraksi dengan mobil.”

Model R2 terbaru tidak memiliki tombol HVAC tradisional. Sebagai gantinya, roda gulir besar di setir dapat digunakan untuk menyesuaikan pengaturan seperti kecepatan kipas.

>>> VW Yakin Mobil Listrik Akan Membunuh Mesin Bensin Seperti Mobil Membunuh Kuda

Menurut Rivian, alasan pengemudi jarang menggunakan perintah suara adalah karena teknologinya selama ini “rusak”.

Sistem infotainment Rivian berbasis Android dan tidak mendukung Android Auto atau Apple CarPlay, sehingga asisten suara bekerja mulus di layar mana pun.

Rivian Assistant juga menggunakan pendekatan percakapan.

>>> Bengkel Spesialis Ungkap Rahasia Pengelolaan Limbah Baterai Motor Listrik

Misalnya, pengguna cukup mengatakan “Saya punya tas di depan mobil” dan asisten akan membuka frunk, tanpa perlu perintah kaku seperti “Buka frunk”.