Prancis secara resmi menolak menyetujui sistem Full Self-Driving (FSD) Tesla untuk digunakan di jalan domestik.

Menteri Transportasi Philippe Tabarot menyatakan keputusan ini menunda peluncuran teknologi tersebut setidaknya hingga tahun 2027.

>>> PlayStation Berisiko Kehilangan Pasar Game Bekas Rp117 Triliun dengan Hentikan Produksi Cakram

Penolakan didasarkan pada hasil pengujian pemerintah yang menemukan bahwa perangkat lunak bantuan pengemudi secara sistematis melampaui batas kecepatan yang ditetapkan.

Kendaraan uji tercatat melaju 70 km/jam di zona 50 km/jam tanpa perintah dari pengemudi.

Regulator Prancis juga menyoroti masalah pengawasan pengemudi.

Sistem pemantauan justru melonggar di titik-titik yang paling membutuhkan perhatian manusia, seperti bundaran, persimpangan kompleks, dan perubahan jalur.

Status Level 2 dan Perbedaan dengan Negara Lain

Meskipun dipasarkan sebagai Full Self-Driving, perangkat lunak ini masih tergolong FSD Supervised, yaitu sistem bantuan pengemudi Level 2.

>>> Proyek Mario Kart Wii untuk PC Dikecam Gara-gara AI Vibe Coding

Berdasarkan hukum Eropa, pengemudi tetap bertanggung jawab penuh dan harus terus fokus pada jalan.

Keputusan Prancis bertolak belakang dengan beberapa negara Eropa lainnya. Pada 10 April 2026, regulator Belanda RDW menjadi yang pertama menyetujui FSD Supervised setelah 18 bulan pengujian.

Lithuania, Estonia, Denmark, dan Belgia segera mengikuti.

Kementerian Perhubungan Prancis berencana melanjutkan diskusi teknis dengan Tesla dan mitra Eropa.

>>> Anime Gundam Baru Diumumkan di SDCC, Terkait dengan Game yang Akan Datang

Sebuah pertemuan puncak industri kendaraan otonom akan digelar musim gugur ini untuk menetapkan tolok ukur keselamatan yang ketat.