Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa kesepakatan kerja sama nuklir sipil dengan Arab Saudi hanya akan berlaku jika Riyadh bergabung dengan Abraham Accords dan menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial pada Kamis, 23 Juli 2026, sehari setelah nota kesepahaman ditandatangani oleh Menteri Energi AS Chris Wright dan mitranya dari Saudi.

>>> DPR AS Setujui Resolusi Akhiri Perang Iran, Senat Tolak

Dokumen yang diteken pada Rabu itu tidak secara eksplisit menyebutkan syarat terkait hubungan dengan Israel. Namun, Trump kemudian menambahkan ketentuan diplomatik tersebut ke dalam kerangka kerja sama bilateral.

Berdasarkan syarat baru itu, Arab Saudi harus secara resmi menandatangani perjanjian normalisasi yang dirintis pada masa jabatan pertama Trump.

Sebelumnya, pejabat Saudi berulang kali menyatakan bahwa normalisasi dengan Israel masih bergantung pada dimulainya kembali negosiasi pembentukan negara Palestina yang merdeka.

>>> TAMAT Agent Kim Reactivated Episode 10 Sub Indo dan Spoiler  serta Link Bukan LK21 Tapi di Netflix: Misi Balas Dendam dan Ancaman Terakhir Ju Kang Chan

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji pernyataan Trump pada Kamis, setelah sebelumnya ada kekhawatiran dari kalangan keamanan Israel mengenai potensi proliferasi nuklir di kawasan.

Kesepakatan awal menuai sorotan karena Arab Saudi belum menandatangani Protokol Tambahan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir, yang memungkinkan inspektur internasional melakukan audit langsung untuk memastikan fasilitas nuklir sipil tidak digunakan untuk pengayaan militer.

Trump juga menyebutkan dalam unggahannya bahwa AS tidak menentang fasilitas nuklir sipil, yang ia sebut sebagai fasilitas non-enriched.

>>> Jadwal KRL Solo-Jogja 24 Juli 2026, Lengkap dari Palur hingga Yogyakarta

Definisi standar keselamatan nuklir menetapkan bahwa uranium yang diperkaya hingga kemurnian 20 persen tergolong highly enriched, sementara kemurnian 90 persen diperlukan untuk bahan senjata.