Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya tengah mempertimbangkan serangan militer berskala besar terhadap Iran.

Operasi yang direncanakan itu disebut akan lebih masif dibandingkan serangan awal dalam Operasi Epic Fury.

>>> Jaksa Ungkap Modus Penyamaran Honor Dude Harlino Sebagai Pinjaman

Pernyataan Trump pertama kali dilaporkan oleh Axios di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.

"Saya sedang mempertimbangkan serangan besar-besaran. Lebih besar daripada yang pernah terjadi sebelumnya.

Saya sudah dekat untuk mengambil keputusan. Kami sudah siap untuk itu," kata Trump, Jumat (24/7/2026).

Meski demikian, hingga kini sang presiden disebut belum mengambil keputusan final mengenai pelaksanaan operasi tersebut.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa opsi militer masih menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan pemerintah AS terhadap Iran.

Trump tidak menjelaskan kapan keputusan akhir akan diambil atau kapan serangan mungkin dilaksanakan jika ia memberikan persetujuan.

>>> Mossad Gagalkan Operasi Rahasia Iran, Agen Lalai Jadi Penyebab

Namun, ia menyinggung kemungkinan keterlibatan Israel. Menurutnya, Tel Aviv siap bergabung dalam waktu singkat jika diminta.

"Israel akan bergabung dalam operasi yang diusulkan itu dalam dua menit jika saya memintanya," ujar Trump.

Meski begitu, Trump menegaskan bahwa AS pada dasarnya mampu menjalankan operasi tersebut tanpa bergantung pada negara lain.

"Kami tidak membutuhkan siapa pun," tegasnya.

Pernyataan Trump kembali meningkatkan perhatian terhadap hubungan AS, Israel, dan Iran. Opsi serangan militer yang lebih besar berpotensi memperluas eskalasi konflik jika direalisasikan.

>>> Kasus Ijazah Jokowi Berakhir Tanpa Pembuktian, Aktivis: Tidak Semua Pahlawan Selesai

Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi mengenai pelaksanaan operasi baru tersebut. Pemerintah AS juga belum mengumumkan rincian target maupun bentuk operasi yang dipertimbangkan.