Badan Intelijen Israel, Mossad, mengklaim telah menggagalkan sebuah operasi rahasia yang didalangi oleh Iran. Operasi tersebut disebut menargetkan pejabat-pejabat senior Israel di Tel Aviv.

Menurut Mossad, operasi itu melibatkan jaringan kriminal internasional sebagai perantara untuk menyamarkan keterlibatan langsung pemerintah Iran. Operasi ini dipimpin oleh Kementerian Intelijen Iran.

>>> Kasus Ijazah Jokowi Berakhir Tanpa Pembuktian, Aktivis: Tidak Semua Pahlawan Selesai

Skema yang digunakan adalah merekrut organisasi kriminal di luar negeri untuk mencari individu yang bisa masuk ke Israel.

Mereka bertugas mengumpulkan informasi intelijen dan melancarkan serangan terhadap target yang telah ditentukan.

Mossad mengidentifikasi dua tokoh kriminal yang berada di bawah perlindungan Kementerian Intelijen Iran, yaitu Baba Mahuzadeh Haji Jafan alias Babak dan Mehmet Nadim Ya’it alias Nadim.

Keduanya berperan merekrut seorang pelaku lain bernama Turut Ozkor alias Philip.

Philip, yang tinggal di Prancis, mendapat tugas membentuk sel beranggotakan warga negara asing untuk masuk ke Israel.

Ia beberapa kali melakukan perjalanan untuk bertemu dengan pengendalinya dan menerima pembayaran.

>>> Assassin's Creed Black Flag Resynced Laku 3,5 Juta Unit dalam 2 Pekan, Lampaui Target Tahunan Ubisoft

Namun, rencana tersebut gagal setelah jaringan itu berhasil diungkap melalui kerja sama dengan sejumlah badan intelijen negara lain.

Mossad menyatakan, "Meskipun berupaya menghindari jejak, metode penggunaan pihak perantara (proxy) berulang kali menunjukkan kelalaian para pelaku di lapangan sehingga akhirnya mengungkap para pengendalinya di Iran."

Mossad juga mengidentifikasi sejumlah pejabat Iran yang menjadi pengendali operasi, yakni Asadollah Behzad Oskhari, Vahid Matzoumi, Mohammad-Hossein Zoghi, dan Hamid Qasemi.

Sementara itu, Philip telah dideportasi dari Prancis, sedangkan Babak dan Nadim masih berada di Iran.

Dalam dua tahun terakhir, Mossad mengklaim telah menggagalkan sejumlah upaya serupa. Peningkatan operasi ini sejalan dengan memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat.

>>> George R.R. Martin Kembali Menulis, Novella Keempat Dunk and Egg dalam Pengerjaan

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Iran terkait klaim tersebut. Tuduhan yang disampaikan Mossad juga belum dapat diverifikasi secara independen.