Ubisoft melaporkan bahwa Assassin's Creed Black Flag Resynced telah terjual sebanyak 3,5 juta unit dalam waktu 14 hari sejak dirilis awal Juli 2025.

Angka tersebut sudah melampaui proyeksi penjualan internal perusahaan untuk satu tahun penuh. CEO Ubisoft Yves Guillemot menyebut pencapaian ini sebagai bukti nyata dari struktur perusahaan yang baru.

>>> George R.R. Martin Kembali Menulis, Novella Keempat Dunk and Egg dalam Pengerjaan

Black Flag Resynced menjadi game Assassin's Creed pertama yang mencapai lebih dari 100.000 pemain bersamaan di Steam.

Ubisoft menyebutnya sebagai proporsi penjualan bersejarah untuk franchise di PC, terutama didorong oleh pasar AS dan China.

Kinerja Keuangan Ubisoft

Dalam laporan keuangan terbaru, Ubisoft mengumumkan net bookings sebesar €256 juta untuk kuartal pertama tahun fiskal, turun 9% year-on-year namun sedikit di atas panduan.

Pendapatan kuartal pertama tidak termasuk penjualan Black Flag Resynced karena game tersebut dirilis setelah awal kuartal kedua.

>>> Gavin Williams Catat Immaculate Inning Lawan Minnesota Twins

Sebaliknya, pendapatan didorong oleh performa rekor Invincible: Guarding the Globe, sebuah idle RPG untuk mobile.

Guillemot menambahkan bahwa game ini mendapat rating tertinggi untuk seri Assassin's Creed sejak Black Flag asli.

"Dua minggu berjalan, judul ini telah melampaui ekspektasi tahunan yang kami miliki," ujarnya.

>>> Trump Ajak 23 Gubernur Republikan Teken Janji Lindungi Konsumen dari Lonjakan Biaya Listrik Data Center

Ia juga berterima kasih kepada tim yang telah menghidupkan game ini, seraya menekankan daya tarik abadi dari merek Assassin's Creed dan manfaat awal dari transformasi perusahaan.