Presiden Donald Trump mengumumkan pada 23 Juli 2026 bahwa 23 gubernur dari Partai Republik telah bergabung dalam sebuah ikrar sukarela yang bertujuan mencegah kenaikan biaya listrik akibat pembangunan pusat data dibebankan kepada konsumen.

Pengumuman tersebut disampaikan Trump di markas Badan Perlindungan Lingkungan (EPA).

>>> Ahli Darurat Rekomendasikan Perlengkapan Penting untuk Musim Badai

Perjanjian yang dinamakan Ratepayer Protection Pledge ini merupakan perluasan dari inisiatif yang diluncurkan pada Maret lalu bersama perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Google, Amazon, OpenAI, xAI, Meta, dan Oracle.

Hampir 200 pemangku kepentingan, termasuk penyedia utilitas dan pengembang, telah menandatangani dokumen tersebut.

Perjanjian ini mencakup sekitar 80 persen pasokan listrik yang dikirim ke rumah tangga dan bisnis di Amerika Serikat.

Menurut analisis dari ICF, perusahaan jasa teknologi, permintaan energi yang meningkat dari fasilitas kecerdasan buatan dapat menaikkan tagihan listrik rumah tangga bulanan sebesar 15 hingga 40 persen pada tahun 2030.

Penolakan lokal terhadap pembangunan pusat data telah meluas di berbagai negara bagian karena kekhawatiran akan penggunaan air, lahan, dan kapasitas jaringan listrik.

Pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa perjanjian tersebut mewajibkan pengembang dan penyedia energi untuk menanggung biaya infrastruktur mereka sendiri selama perluasan infrastruktur AI.

"Presiden Trump memperluas Ratepayer Protection Pledge kepada para gubernur, legislator, pengembang, dan penyedia listrik untuk memastikan semua pihak yang terlibat dalam pembangunan dan pengoperasian pusat data menanggung biaya mereka sendiri, bukan membebankannya kepada keluarga Amerika," kata Taylor Rogers, juru bicara Gedung Putih.

Rogers menekankan niat pemerintahan untuk mempertahankan daya saing ekonomi sambil memperluas kapasitas pemrosesan dalam negeri.

"Tindakan berani Presiden mengubah pusat data menjadi mesin pertumbuhan bagi komunitas lokal, sekaligus memperkuat dominasi Amerika dalam perlombaan AI global," ujarnya.