Saat Badai Tropis Bertha bergerak menuju Pantai Teluk, pejabat manajemen darurat mendesak rumah tangga untuk segera menyusun perlengkapan bencana guna menghindari kelangkaan dan keterlambatan rantai pasokan selama puncak musim badai.

Para ahli menekankan pentingnya swasembada selama tiga hingga tujuh hari saat listrik padam dan akses jalan terganggu. Pejabat menyarankan untuk membeli kebutuhan fungsional, bukan panic buying.

>>> Jose Ramirez Kembali, Twins Kalahkan Guardians 10-6

Koordinator darurat merekomendasikan dua jenis perlengkapan: go-kit untuk evakuasi cepat dan stay-at-home kit untuk berlindung di rumah.

Keduanya harus disesuaikan dengan kebutuhan rumah tangga.

"Persiapan tidak harus mahal," kata Joshua Shanley, Profesor Manajemen Darurat di Purdue Global. "Tujuannya adalah swasembada setidaknya 72 jam, idealnya hingga seminggu jika jalan terblokir atau layanan terganggu."

Radio engkol tangan, power bank portabel, alat serbaguna, senter, dan kotak P3K yang lengkap menjadi prioritas utama untuk bertahan saat listrik padam.

"Dua barang terpenting di rumah adalah go-kit dan stay-at-home kit," kata Stephanie Fox, Juru Bicara Nasional Palang Merah Amerika.

"Setiap kit harus berisi makanan, air, dan obat-obatan, tetapi ingat—setiap kit unik sesuai kebutuhan keluarga Anda."

Pejabat menyarankan menyimpan dokumen resmi dalam wadah kedap air dan menyimpan cadangan digital di tempat aman yang dapat diakses dari luar rumah.

"Satu barang yang selalu saya rekomendasikan adalah power bank portabel," kata Shanley.

"Menjaga ponsel tetap terisi daya memungkinkan orang menerima peringatan darurat, berkomunikasi dengan keluarga, dan mengakses informasi penting setelah listrik padam."

Panduan keselamatan menekankan alokasi satu galon air per orang per hari bersama makanan non-mudah rusak seperti makanan kaleng, kacang-kacangan, susu tahan simpan, dan makanan siap saji.