DPR Amerika Serikat pada Kamis menyetujui resolusi non-mengikat yang memerintahkan Presiden Donald Trump menarik pasukan dari permusuhan di Iran.

Namun, Senat kemudian memblokir resolusi terpisah yang mengikat secara hukum untuk menghentikan konflik.

>>> TAMAT Agent Kim Reactivated Episode 10 Sub Indo dan Spoiler  serta Link Bukan LK21 Tapi di Netflix: Misi Balas Dendam dan Ancaman Terakhir Ju Kang Chan

Resolusi DPR disahkan dengan suara 214-208. Empat anggota Partai Republik bergabung dengan seluruh anggota Demokrat yang memberikan suara untuk mencapai mayoritas.

Tujuh anggota Republik dan dua anggota Demokrat tidak memberikan suara.

Di Senat, resolusi bersama untuk mengakhiri perang ditolak dengan suara 47-49.

Senator Susan Collins dari Maine menjadi satu-satunya anggota Republik yang mendukung resolusi tersebut, sementara Senator John Fetterman dari Pennsylvania justru menentangnya.

Perdebatan Kewenangan Eksekutif

Langkah DPR dan Senat mencerminkan perdebatan yang semakin memanas mengenai kewenangan eksekutif dan ketidakpuasan publik terhadap intervensi militer menjelang pemilu paruh waktu.

Partai Demokrat mendorong resolusi ini untuk menegaskan kewenangan konstitusional Kongres dalam menyatakan perang.

Anggota DPR dari Partai Demokrat, Gregory Meeks dari New York, menyatakan bahwa pemungutan suara menunjukkan Kongres mulai sejalan dengan opini publik.

"Pemungutan suara hari ini menunjukkan bahwa Kongres mulai bergabung dengan 70% rakyat Amerika yang menentang perang ini," ujarnya.

Meeks menambahkan bahwa Demokrat berencana menggunakan mekanisme legislatif tambahan, termasuk tenggat waktu pendanaan pemerintah pada 30 September, untuk menantang keterlibatan militer.

>>> Jadwal KRL Solo-Jogja 24 Juli 2026, Lengkap dari Palur hingga Yogyakarta

Ia juga berencana mengajukan resolusi untuk menggugat pemerintahan setelah reses musim panas.

Anggota DPR lainnya, Pramila Jayapal dari Washington, mencatat bahwa oposisi meluas hingga ke pendukung basis politik presiden.