"Mereka sangat mendukung Donald Trump, tetapi mereka menyukai ketika ia berbicara tentang mengakhiri perang abadi," katanya.

Sikap Beragam Partai Republik

Anggota Partai Republik memiliki posisi beragam mengenai kewenangan perang eksekutif dan batas waktu undang-undang.

Beberapa senator Republik sebelumnya menyebutkan tenggat waktu 60 hari untuk persetujuan Kongres, namun mereka tetap menolak resolusi Senat pada Kamis.

Senator Thom Tillis dari Carolina Utara menjelaskan bahwa jendela waktu 60 hari dimulai pada Juli, bukan Februari saat serangan awal terhadap Iran diluncurkan.

"Jam terus berdetak. Kita harus serius tentang itu," ujarnya.

Anggota DPR Rob Bresnahan dari Pennsylvania menyoroti dampak geopolitik dan ekonomi, termasuk harga energi dan status Selat Hormuz.

"Iran bukan teman Amerika Serikat, tetapi harus ada solusi yang pasti dengan cepat," katanya.

>>> Prabowo Yakin PDIP Akhirnya Bergabung ke Koalisi Pemerintah

Pemungutan suara Kamis mengikuti tindakan legislatif sebelumnya, termasuk resolusi kekuasaan perang serupa yang disetujui DPR pada awal Juni dan kemudian disahkan Senat.